Rakyat Nusantara News

Berita Terkini

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, Polres Kuningan Gelar Penilaian Lomba Satkamling Zona 1

KUNINGAN – Guna memperkuat sistem keamanan swakarsa dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga situasi Keaman...

Postingan Populer

Rabu, 14 Oktober 2026

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, Polres Kuningan Gelar Penilaian Lomba Satkamling Zona 1

Uploaded Image


KUNINGAN – Guna memperkuat sistem keamanan swakarsa dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Kuningan menggelar Penilaian Lomba Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tingkat Polres Kuningan Tahun 2026.

Penilaian untuk wilayah Polsek Zona 1 dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) yang dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Kuningan, AKP Nurjani, S.E., didampingi tim penilai dari Sat Binmas Polres Kuningan.

Adapun sasaran penilaian Satkamling di Zona 1 meliputi empat lokasi Pos Satkamling, yaitu:
Pos Satkamling RT 01 RW 01 Dusun Secatuhu, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.
Pos Satkamling RT 03 RW 01 Dusun Wage, Desa Pakembangan, Kecamatan Mandirancan.
Pos Satkamling RT 02 RW 02 Dusun Gunungmanik, Desa Silebu, Kecamatan Pancalang.
Pos Satkamling RT 05 RW 02 Dusun Manis, Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus.

Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., melalui Kasat Binmas AKP Nurjani, S.E., menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing melalui wadah Satkamling.

"Melalui keaktifan Satkamling ini, kita bersama-sama dapat membangun sistem keamanan lingkungan berbasis masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Kuningan," ujar AKP Nurjani.

Tim penilai melakukan pengecekan langsung terhadap kelengkapan sarana dan prasarana pos, keaktifan petugas ronda, hingga kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas. Seluruh rangkaian kegiatan penilaian di wilayah Zona 1 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

(Firnas)
Uploaded Image

Kehadiran Satgas TMMD Dongkrak Aktivitas Ekonomi Warga Cupunagara


RN NEWS (Subang) -
Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, turut membawa dampak bagi aktivitas ekonomi warga. Jajang, pedagang bakso yang juga menjabat sebagai Ketua RW 03 Desa Cupunagara, mengaku dagangannya lebih cepat habis seiring ramainya aktivitas di lingkungan tempatnya berjualan, Rabu (14/10/2026).

Bagi Jajang, meningkatnya keramaian di sekitar tempatnya berdagang menjadi peluang tersendiri bagi usaha kecil yang dijalaninya. Kehadiran anggota Satgas TMMD yang beraktivitas dan berbaur dengan masyarakat turut menambah dinamika kehidupan warga selama program berlangsung.

“Alhamdulillah, sejak ada anggota Satgas TMMD di sini, kampung jadi lebih ramai. Jualan bakso juga lebih cepat habis. Kami sebagai pedagang tentu merasa senang, mudah-mudahan kegiatan seperti ini membawa manfaat bagi warga,” ujar Jajang.

Danki Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa kehadiran Satgas di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, termasuk melalui interaksi sosial yang turut mendukung aktivitas perekonomian warga.

“TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran Satgas dapat memberikan manfaat positif bagi warga, termasuk pelaku usaha kecil di wilayah sasaran,” ujarnya.

Kehadiran Satgas TMMD menjadi salah satu bagian dari aktivitas masyarakat yang berlangsung selama program pembangunan desa. Interaksi antara prajurit dan warga juga membuka ruang kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial di lingkungan setempat.

Melalui TMMD ke-130, Kodim 0605/Subang berupaya mendukung pembangunan desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan demikian, manfaat program diharapkan dapat dirasakan masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun tumbuhnya aktivitas sosial dan ekonomi di Desa Cupunagara.

TMMD ke-130 Buka Akses Jalan, Petani Berharap Aktivitas Makin Lancar


RN NEWS (Subang) -
Rabu (14/10/2026). Bagi Ibu Anik, warga Kampung Babakan Loa RT 01 RW 06, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, mengolah kebun sayuran merupakan bagian dari kesehariannya. Akses menuju lahan pertanian menjadi hal penting untuk menunjang aktivitas tersebut.

Jalan yang memadai diharapkan dapat memudahkan petani menuju lahan sekaligus membawa hasil panen. Karena itu, pembukaan jalan baru menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara.

Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, S.H., M.Han., menjelaskan bahwa pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter tersebut ditujukan untuk membuka akses dan mendukung mobilitas masyarakat.

“Pembukaan jalan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas warga yang selama ini membutuhkan akses jalan yang lebih baik,” ujarnya.

Bagi Ibu Anik, akses yang lebih mudah diharapkan dapat membantu aktivitasnya menuju kebun sayuran.

“Kalau akses jalannya lebih mudah, tentu kami berharap perjalanan ke kebun dan membawa hasil sayuran bisa lebih lancar,” ungkapnya.

Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, mengatakan bahwa akses jalan yang memadai penting bagi warga, termasuk petani, karena menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Melalui sasaran pembukaan jalan ini, TMMD ke-130 diharapkan dapat mendukung aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat Desa Cupunagara.

Rumah Bocor Saat Hujan, Emak Ruhimah dan Abah Casmita Menanti Hunian Lebih Layak


RN NEWS (Subang) -
Atap yang bocor saat hujan dan dinding anyaman bambu yang rusak menjadi kondisi rumah yang ditempati Emak Ruhimah, 66 tahun, bersama suaminya, Abah Casmita, di Kampung Cinaga RT 03 RW 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Emak Ruhimah, yang lahir pada 1 Juli 1960, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Bersama Abah Rusman, ia menjalani kehidupan di rumah sederhana yang kondisinya membutuhkan perbaikan, terutama pada bagian atap dan dinding yang mengalami kerusakan.

Rumah Emak Ruhimah menjadi salah satu sasaran program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.

Bagi keluarga Emak Ruhimah dan Abah Rusman, perbaikan rumah diharapkan dapat mengurangi persoalan yang selama ini muncul akibat kondisi bangunan. Rumah yang lebih layak akan mendukung keamanan dan kenyamanan mereka dalam menjalani keseharian.

“Kalau hujan, air masuk karena atapnya bocor. Kami berharap setelah rumah ini diperbaiki, bisa tinggal dengan lebih nyaman, emak pernah ketimpah kayu atap yang lapuk” ujar Emak Ruhimah.

Babinsa Cupunagara Koramil 0505/Tanjungsiang, Sertu Koko, dapat memberikan keterangan mengenai kondisi awal rumah, proses pendataan penerima manfaat, dan pendampingan dalam pelaksanaan program Rutilahu di wilayah tersebut.

“Program Rutilahu ini merupakan bagian dari upaya TMMD membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak. Kami mendampingi pelaksanaannya agar manfaat program dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” ungkap Sertu Koko.

Melalui rehabilitasi rumah Emak Ruhimah dan Abah Casmita, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang diharapkan dapat menghadirkan perubahan nyata bagi keluarga penerima manfaat. Upaya ini menjadi bagian dari pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kebutuhan dasar masyarakat.

Polsek Tambusai Utara Tangkap Pengedar Sabu di Mahato, Sita 7,215 Gram dan Uang Rp5 Juta




ROKAN HULU – Jajaran Polsek Tambusai Utara mengamankan seorang pria berinisial Z, pengedar narkotika jenis sabu di Simpang Tarigan, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Jumat (9/10/2026) sore.




Dari tangan tersangka, polisi menyita dua paket sabu dengan berat kotor 7,215 gram, uang tunai Rp5.052.000, satu unit handphone Vivo Y29, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, serta sejumlah barang bukti lainnya.



Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tambusai Utara AKP Heri Yuliardi, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika yang kerap terjadi di wilayah Desa Mahato.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Tambusai Utara melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan seorang pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion berwarna hitam di kawasan Simpang Tarigan.

Saat diberhentikan dan diamankan, pria tersebut sempat melakukan perlawanan. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan dua paket sabu yang disimpan di dalam dompet serta saku celana belakang tersangka.

Selain sabu, polisi turut mengamankan dompet, handphone, bong, gunting, obeng, tas sandang, sepeda motor, serta uang tunai jutaan rupiah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui bahwa sabu tersebut merupakan miliknya yang hendak dijual. Hasil tes urine terhadap tersangka juga menunjukkan hasil positif amphetamine (AMP) dan methamphetamine (MET).

Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polsek Tambusai Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Lampiran II Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

***Friska Manalu*"*
 *(Humas Polres Rohul)*

Kalapas Pasir Pangarayan Jadi Pengajar, Warga Binaan Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung




PASIR PANGARAYAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, turun langsung menjadi pengajar dalam kegiatan belajar mengajar bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.



Dalam kegiatan tersebut, Efendi P. Purba memberikan pelajaran dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung kepada warga binaan yang belum memiliki kemampuan tersebut. Pembelajaran dilaksanakan sebagai langkah untuk memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan agar dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan belajar mengajar ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam membenahi fondasi bangsa, khususnya di bidang pendidikan. Melalui pendidikan, warga binaan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan diri, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih positif.

Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, keterbatasan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak boleh menjadi penghalang bagi warga binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

“Belajar merupakan hak setiap orang, termasuk warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan kemampuan dasar, menambah pengetahuan, serta membangun kepercayaan diri. Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Efendi P. Purba, Rabu (14/10/2026).

Ia menambahkan, pembinaan melalui pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kecerdasan, tetapi juga membentuk pola pikir dan sikap yang lebih baik. Dengan bekal pendidikan dan kesadaran untuk berubah, warga binaan diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, serta tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.

Melalui kegiatan belajar mengajar ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Pendidikan diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan sekaligus mewujudkan perubahan nyata bagi masa depan mereka.

***Friska Manalu***

Pembinaan Kepribadian, Warga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Rutin Laksanakan Ibadah di Gereja Oikumene




PASIR PANGARAYAN – Dalam rangka meningkatkan pembinaan kepribadian dan memperkuat nilai-nilai spiritual, warga binaan beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan ibadah di Gereja Oikumene, Selasa (13/10/2026).



Kegiatan ibadah tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan bagi warga binaan beragama Kristen sebagai bagian dari pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas Pasir Pangarayan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dalam suasana yang aman dan kondusif.

Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Andi Rahman, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan.

“Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan. Kami berharap melalui ibadah rutin ini, warga binaan dapat meningkatkan keimanan, memperkuat nilai-nilai moral, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Andi Rahman mewakili Kalapas Efendi P. Purba.

Ia menambahkan bahwa Lapas Pasir Pangarayan berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang positif kepada seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama. Dengan demikian, setiap warga binaan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya sekaligus memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.

Pelaksanaan ibadah di Gereja Oikumene ini diharapkan dapat memberikan ketenangan batin, memperkuat nilai toleransi, serta mendukung keberhasilan program pembinaan di Lapas Pasir Pangarayan.

Melalui pembinaan kepribadian yang berkelanjutan, Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya membentuk warga binaan yang memiliki keimanan, kepribadian yang lebih baik, dan kesiapan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

***Hobbi Pargaulan***

Perkuat Keamanan, Kebersihan, dan Kekompakan, Lapas Pasir Pangarayan Gelar Sambung Rasa




PASIR PANGARAYAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menggelar kegiatan sambung rasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan kebersihan lingkungan, serta membangun kekompakan di antara warga binaan.



Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Denny Rio Sandy, memberikan arahan kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kebersamaan di lingkungan lapas.

Denny menekankan bahwa terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan kondusif membutuhkan kepedulian serta kerja sama seluruh pihak. Warga binaan diharapkan mematuhi tata tertib yang berlaku, menjaga kebersihan kamar hunian dan lingkungan sekitar, serta saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan sambung rasa ini, kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dan memperkuat kebersamaan. Kami mengajak seluruh warga binaan untuk bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban agar lingkungan lapas tetap aman, nyaman, serta mendukung proses pembinaan,” ujar Denny Rio Sandy, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan sambung rasa juga menjadi bentuk pendekatan humanis dalam pelaksanaan pembinaan. Melalui komunikasi langsung, petugas dapat menyampaikan arahan sekaligus membangun kesadaran warga binaan mengenai pentingnya menciptakan suasana kehidupan yang tertib dan harmonis di dalam lapas.

Selain itu, kekompakan dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang mendukung keberhasilan program pembinaan. Dengan demikian, warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dalam lingkungan yang lebih kondusif dan produktif.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berkomitmen memperkuat sinergi antara petugas dan warga binaan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, tertib, dan harmonis, sejalan dengan semangat L’Pasian Bersahabat serta komitmen Pemasyarakatan untuk terus berbenah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

***Friska Manalu***

Sat Lantas Polres Kuningan Gelar Program "Polisi Sahabat Pelajar" di SMPN 1 Kadugede, Sosialisasi Tertib Lalu Lintas hingga Anti-Bullying



KUNINGAN — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui program Polisi Sahabat Pelajar. Kegiatan ini diwujudkan dalam upacara bendera hari Senin yang berlangsung khidmat di lapangan SMP Negeri 1 Kadugede pada Senin (12/10/2026).

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Kuningan, IPDA Alfan Rizki Riswandi, S.H., CPHR., menyampaikan amanat mendalam di hadapan Kepala Sekolah, jajaran dewan guru, tenaga kependidikan, serta ratusan siswa-siswi SMPN 1 Kadugede.

Dalam amanatnya, IPDA Alfan menekankan empat fokus utama yang kerap menjadi ancaman masa depan para remaja, yakni bahaya balap liar, keterlibatan geng motor, aksi _bullying_ (perundungan), hingga penyalahgunaan narkoba.

*Tegaskan Bahaya Balap Liar dan Pentingnya Kesadaran Hukum*

Terkait maraknya fenomena balap liar, IPDA Alfan mengimbau para siswa agar tidak menjadikannya sebagai sarana unjuk gigi atau pemenuhan gengsi semata. Ia mengingatkan bahwa jalan raya adalah fasilitas publik yang menuntut tanggung jawab dan ketertiban bersama.

"Jalan raya bukanlah arena balapan. Di sana ada pengendara lain, pejalan kaki, dan masyarakat yang memiliki hak untuk merasa aman. Mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi tanpa SIM dan perlengkapan keselamatan bukan prestasi, melainkan tindakan membahayakan diri dan orang lain," tegas IPDA Alfan dalam amanatnya.

Ia menyarankan bagi siswa yang berminat di bidang otomotif untuk menyalurkan bakatnya melalui jalur dan wadah resmi, bukan dengan aksi ugal-ugalan yang mempertaruhkan nyawa.
*Sikapi Geng Motor dan Ajakan Perundungan _(Bullying)_*

Menyinggung persoalan geng motor dan kenakalan remaja, IPDA Alfan mengajak peserta didik untuk bijak dan selektif dalam memilih pergaulan. Menurutnya, memilih lingkungan yang positif jauh lebih penting daripada mencari pengakuan lewat aksi yang melanggar hukum.

"Membuat orang lain takut bukanlah tanda keberanian, melainkan menunjukkan bahwa kita belum mampu menghargai sesama. Lebih baik memiliki sedikit teman yang membawa kita menuju kesuksesan daripada banyak teman yang menjerumuskan kita ke dalam masalah," lanjutnya.

Sementara itu, terkait perundungan _(bullying),_ ia menggarisbawahi bahwa perbedaan fisik maupun akademis tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan atau menyakiti. Pihaknya meminta sekolah menjadi tempat aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk menuntut ilmu.

*Dorong Sinergitas Sekolah dan Kepolisian*

Mengakhiri amanatnya, IPDA Alfan menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar penegak hukum, melainkan mitra pencegahan dan pembimbing generasi muda. Ia mengajak jajaran pendidik dan orang tua untuk terus membangun komunikasi aktif guna mencetak generasi Kabupaten Kuningan yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi.

Kegiatan upacara bendera ditutup dengan sesi penyuluhan interaktif, foto bersama, serta komitmen seluruh pihak di SMPN 1 Kadugede untuk menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan ramah anak.

(Firnas)

Polsek Lemahwungkuk Ungkap Kasus Pencurian Pompa Air dan Tabung Gas

Cirebon Kota - Polsek Lemahwungkuk, Polres Cirebon Kota, mengungkap kasus dugaan pencurian berupa satu unit pompa air dan satu tabung gas LPG 3 kilogram di halaman rumah warga, kawasan Kesunean Utara, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut beserta barang bukti hasil kejahatan.

Pengungkapan perkara ini berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan pencurian yang menimpa W, 50 tahun, warga Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas piket pengawas bersama piket fungsi Polsek Lemahwungkuk mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan terkait peristiwa yang dilaporkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan seorang pria berinisial K, 29 tahun, yang diketahui merupakan tetangga korban dan bekerja sebagai buruh harian lepas. Terduga pelaku diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami dugaan keterlibatannya dalam pengambilan barang milik korban tanpa izin.

Dari hasil penanganan perkara, petugas memperoleh informasi bahwa barang yang diduga diambil berupa satu unit pompa air merek Zimizu P 135 E berwarna hitam biru dan satu tabung gas LPG berukuran 3 kilogram berwarna hijau. Kedua barang tersebut diduga diambil dari halaman rumah korban tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pemiliknya.

Dalam kronologi awal yang dihimpun penyidik, peristiwa tersebut diduga bermula ketika terduga pelaku bersama seorang rekannya berinisial R mengonsumsi minuman keras sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah itu, keduanya diduga menuju lokasi kejadian dan mengambil barang milik korban, kemudian membawa barang tersebut ke sebuah gudang kosong di Jalan Ariodinoto, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Petugas selanjutnya mengamankan pompa air dan tabung gas LPG yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut sebagai barang bukti. Terduga pelaku bersama barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Lemahwungkuk untuk kepentingan pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik telah melakukan langkah-langkah kepolisian, mulai dari menerima laporan, memeriksa korban dan saksi, mengamankan terduga pelaku serta barang bukti, hingga melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat. Polisi juga mendalami keterangan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian berdasarkan alat bukti yang diperoleh.

Perkara tersebut ditangani berdasarkan dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476 dan/atau Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri peran pihak-pihak yang disebut dalam keterangan awal serta melengkapi berkas penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Pj. Kapolsek Lemahwungkuk IPTU Deny Arisandy, S.H., M.H., CPHR, menegaskan bahwa kepolisian akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional sesuai prosedur hukum. “Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga barang berharga, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana. Melalui kerja sama polisi bersama masyarakat, setiap potensi gangguan keamanan dapat lebih cepat diketahui dan ditangani sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

KRI Dewa Ruci Jadi Lokasi Silaturahmi Pimpinan Daerah Kota Cirebon


Cirebon Kota - Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewa Ruci menjadi lokasi kegiatan coffee morning dan silaturahmi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon yang berlangsung di Ruang Salon KRI Dewa Ruci, Dermaga Muara Jati II, Pelabuhan Cirebon, Rabu (14/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat kapal legendaris milik TNI Angkatan Laut tersebut.

Komandan KRI Dewa Ruci, Letkol Laut (P) Nana Masihna, S.H., M.Tr.Opsla, menyambut para tamu yang hadir di ruang VIP kapal. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang serta berharap pertemuan tersebut dapat mempererat tali silaturahmi antarpimpinan dan perwakilan instansi di Kota Cirebon.

KRI Dewa Ruci dikenal sebagai kapal layar legendaris TNI Angkatan Laut yang memiliki sejarah panjang dalam pelayaran. Kapal ini telah menjalankan berbagai pelayaran, baik di wilayah Indonesia maupun dalam perjalanan ke berbagai kawasan dunia.

Keberadaan KRI Dewa Ruci di Dermaga Muara Jati II Pelabuhan Cirebon menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung kapal yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan maritim Indonesia. Kapal tersebut juga menjadi bagian dari pengenalan tradisi pelayaran dan kehidupan di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Kegiatan coffee morning berlangsung dalam suasana ramah tamah dengan agenda pembukaan, ucapan selamat datang dari Komandan KRI Dewa Ruci, sambutan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Cirebon, serta interaksi antarpeserta. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi dan mempererat hubungan kelembagaan.

Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Mizar Hanoeng, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu di KRI Dewa Ruci. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi sarana silaturahmi yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Cirebon Kota diwakili Wakapolres Kompol Ari Nugroho, S.I.K. Kehadiran perwakilan kepolisian bersama unsur Forkopimda lainnya menunjukkan terjalinnya komunikasi antarlembaga dalam mendukung hubungan kerja yang baik di Kota Cirebon.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Cirebon, AKP Asep Sunaryono S., S.H., menyampaikan bahwa KRI Dewa Ruci memiliki nilai sejarah dan menjadi kebanggaan dalam tradisi pelayaran TNI Angkatan Laut. Kegiatan di atas kapal tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan warisan maritim Indonesia kepada para tamu yang hadir.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Cirebon AKP Asep Sunaryono S., S.H., menyampaikan, “KRI Dewa Ruci merupakan kapal legendaris yang memiliki nilai sejarah penting bagi Indonesia, khususnya dalam tradisi pelayaran TNI Angkatan Laut. Kami berharap kegiatan silaturahmi seperti ini dapat memperkuat hubungan antarlembaga serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

Satbinmas Polres Indramayu Kumpulkan Puluhan Pelajar dan Orang Tua



INDRAMAYU –Sebanyak 46 siswa SMP Negeri 1 Sindang, Kabupaten Indramayu, mendapat pembinaan dari Sat Binmas Polres Indramayu Polda Jabar, Selasa (13/10/2026). 

Para orang tua siswa juga dihadirkan untuk bersama-sama membahas persoalan kenakalan remaja, mulai dari konvoi sepeda motor hingga risiko penyalahgunaan Obat keras Tertentu (OKT).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu sekolahan di wilayah Kecamatan Sindang itu menjadi ruang dialog antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua dalam mencari langkah pencegahan agar para pelajar tidak terjerumus dalam perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Pembinaan tersebut dilakukan menyusul adanya perhatian terhadap perilaku sejumlah pelajar, termasuk aktivitas konvoi sepeda motor yang tidak tertib di jalan umum,” kata Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasat Binmas Polres Indramayu IPTU Tasim 

Menurut Kasat Binmas, persoalan kenakalan remaja tidak bisa ditangani hanya oleh sekolah atau kepolisian. Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting karena aktivitas anak di luar lingkungan sekolah juga membutuhkan perhatian dan pengawasan orang tua.

"Kami sengaja mengundang para orang tua siswa untuk duduk bersama di aula ini guna menyamakan persepsi. Pengawasan anak di luar jam sekolah merupakan tanggung jawab orang tua," ujar IPTU Tasim kepada wartawan.

Ia menjelaskan, para orang tua perlu lebih mengenali lingkungan pergaulan anak-anak mereka, termasuk memperhatikan aktivitas saat pulang sekolah maupun ketika berkumpul bersama teman. Hal itu penting untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam aktivitas berisiko, seperti konvoi kendaraan secara ugal-ugalan, geng motor, hingga tawuran antar pelajar.

"Kami memberikan edukasi agar orang tua lebih peka memantau pergaulan anak, sehingga mereka tidak terlibat geng motor, konvoi yang membahayakan, maupun tawuran," katanya.

Tak hanya membahas kenakalan remaja, IPTU Tasim juga menyoroti kebiasaan anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Ia mengingatkan bahwa pengendara wajib memenuhi persyaratan usia dan memiliki surat izin mengemudi (SIM) sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, orang tua diminta tidak membiarkan anak yang belum memenuhi persyaratan mengendarai sepeda motor di jalan umum.

"Anak-anak yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM tidak boleh mengendarai sepeda motor di jalan umum. Ini menyangkut keselamatan mereka sendiri maupun pengguna jalan lainnya," tegasnya.

Selain keselamatan berlalu lintas, pembinaan juga menyoroti bahaya penyalahgunaan obat keras tertentu, seperti Tramadol, Trihexyphenidyl , Hexymer.

IPTU Tasim mengingatkan, penggunaan obat-obatan tersebut tanpa indikasi medis dan pengawasan dokter dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk ketergantungan dan gangguan fungsi tubuh.
Menurutnya, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka agar remaja tidak mudah terpengaruh ajakan mengonsumsi obat secara sembarangan.

"Kami mengimbau para orang tua untuk jeli melihat perubahan perilaku anak guna mengantisipasi penyalahgunaan obat keras tertentu yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan mereka," ujarnya.

IPTU Tasim menegaskan, pembinaan tersebut tidak dimaksudkan untuk memberi cap buruk kepada para siswa, melainkan mengajak mereka memahami konsekuensi dari perilaku berisiko.

Ia berharap sekolah dan orang tua dapat terus membangun komunikasi dengan kepolisian apabila menemukan gejala kenakalan remaja yang membutuhkan pendampingan.

Menurutnya, pendekatan dialogis dan edukatif perlu diutamakan agar para pelajar memiliki kesempatan memperbaiki perilaku serta lebih fokus pada pendidikan.

"Jika menemukan indikasi kenakalan remaja, segera lakukan pendekatan dialogis yang mendidik. Mari kita jalin komunikasi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih baik," katanya.

Melalui pembinaan tersebut, pihaknya berharap terbangun kesadaran bersama untuk meningkatkan pengawasan, memperkuat pendidikan karakter, dan menciptakan lingkungan pergaulan yang aman bagi para pelajar.

Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi - Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya. (Firnas)

Pasiter Kodim 0605/Subang Tekankan Kesiapan Personel Satgas TMMD ke-130


RN NEWS (Subang) -
Kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0605/Subang. Hal tersebut tercermin dalam apel pagi yang dilaksanakan personel Satgas TMMD di Kampung Cinaga RT 03 RW 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Rabu (14/10/2026).

Apel pagi dipimpin Pasiter Kodim 0605/Subang, Kapten Inf Ganjar Andriana Belo, sebagai bagian dari pengecekan kesiapan personel dan koordinasi sebelum melaksanakan pekerjaan di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, personel menerima arahan terkait pembagian tugas dan pelaksanaan sasaran TMMD sesuai rencana.

Kapten Inf Ganjar Andriana Belo menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan koordinasi dalam menjalankan setiap tugas. Menurutnya, kesiapan personel diperlukan agar pekerjaan di lapangan dapat berjalan tertib dan mendukung pencapaian target program.

“Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Dengan disiplin dan koordinasi yang baik, kami berharap seluruh sasaran TMMD dapat dikerjakan secara optimal sesuai rencana,” ujarnya.

Selain memastikan kesiapan personel, apel pagi menjadi sarana untuk menyamakan langkah dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap unsur diharapkan dapat bekerja secara terarah serta menjaga kualitas hasil pekerjaan.

Melalui pengendalian dan koordinasi yang berkelanjutan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus berupaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak.

TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Mulai Rehab Rumah Emak Ruhimah


RN NEWS (Subang) -
Pengerjaan sasaran fisik Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0605/Subang mulai dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan diawali dengan pembongkaran bagian atap dan bangunan rumah milik Emak Ruhimah di Kampung Cinaga RT 03 RW 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Proses pembongkaran dilakukan oleh personel TNI bersama masyarakat sebagai tahap awal rehabilitasi rumah yang kondisinya memerlukan perbaikan. Berdasarkan dokumentasi lapangan, pekerjaan mencakup pembongkaran bagian atap dan sejumlah bagian bangunan sebelum memasuki tahapan perbaikan berikutnya.

Rumah tersebut ditempati Emak Ruhimah bersama suaminya, Abah Casmita. Kondisi awal bangunan memperlihatkan dinding anyaman bambu yang rusak dan atap yang bocor ketika hujan, sehingga rehabilitasi diperlukan untuk mendukung terciptanya hunian yang lebih layak.

“Alhamdulillah, kami merasa bersyukur rumah ini mulai diperbaiki. Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar dan nantinya kami bisa menempati rumah yang lebih layak dan nyaman,” ujar Emak Ruhimah.

Komandan Satgas TMMD ke-130 Letkol Czi Deny Widi Anggoro, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa pengerjaan Rutilahu merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui program TMMD.


“Pengerjaan Rutilahu ini kami awali dengan pembongkaran bagian rumah yang perlu diperbaiki. Kami berharap pelaksanaannya berjalan lancar melalui kerja sama personel Satgas dan masyarakat, sehingga nantinya rumah ini dapat menjadi hunian yang lebih layak bagi penerima manfaat.”


Keterlibatan masyarakat dalam proses pengerjaan juga menjadi bagian dari semangat gotong royong yang terus dibangun melalui TMMD. Kerja bersama tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rehabilitasi sekaligus memperkuat kebersamaan antara TNI dan warga dalam pembangunan di wilayah pedesaan.

Melalui sasaran Rutilahu ini, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berupaya membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Tingkatkan Keterampilan Warga Binaan, Kalapas Pasir Pangarayan Berikan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring




PASIR PANGARAYAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, secara langsung memberikan pelatihan pembuatan sabun cuci piring kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (12/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidana.



Dalam kegiatan tersebut, Kalapas memberikan arahan dan pelatihan mengenai proses pembuatan sabun cuci piring. Melalui praktik secara langsung, warga binaan diharapkan dapat memahami tahapan pembuatan produk serta mengembangkan kemampuan yang berpotensi menjadi peluang usaha ketika kembali ke tengah masyarakat.



Kalapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi warga binaan.

“Melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, sehingga mereka lebih mandiri dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Efendi.

Ia menambahkan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas, kedisiplinan, dan kepercayaan diri warga binaan dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam mengoptimalkan pembinaan bagi warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan kemampuan. Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan warga binaan dapat memiliki keterampilan yang menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya mewujudkan pemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan produktif.

***Friska Manalu***

Kehadiran Satgas TMMD Dongkrak Aktivitas Ekonomi Warga Cupunagara

(Subang) - Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, turut membawa dampak bagi aktivitas ekonomi warga. Jajang, pedagang bakso yang juga menjabat sebagai Ketua RW 03 Desa Cupunagara, mengaku dagangannya lebih cepat habis seiring ramainya aktivitas di lingkungan tempatnya berjualan, Rabu (14/10/2026).

Bagi Jajang, meningkatnya keramaian di sekitar tempatnya berdagang menjadi peluang tersendiri bagi usaha kecil yang dijalaninya. Kehadiran anggota Satgas TMMD yang beraktivitas dan berbaur dengan masyarakat turut menambah dinamika kehidupan warga selama program berlangsung.

“Alhamdulillah, sejak ada anggota Satgas TMMD di sini, kampung jadi lebih ramai. Jualan bakso juga lebih cepat habis. Kami sebagai pedagang tentu merasa senang, mudah-mudahan kegiatan seperti ini membawa manfaat bagi warga,” ujar Jajang.

Danki Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa kehadiran Satgas di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, termasuk melalui interaksi sosial yang turut mendukung aktivitas perekonomian warga.

“TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran Satgas dapat memberikan manfaat positif bagi warga, termasuk pelaku usaha kecil di wilayah sasaran,” ujarnya.

Kehadiran Satgas TMMD menjadi salah satu bagian dari aktivitas masyarakat yang berlangsung selama program pembangunan desa. Interaksi antara prajurit dan warga juga membuka ruang kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial di lingkungan setempat.

Melalui TMMD ke-130, Kodim 0605/Subang berupaya mendukung pembangunan desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan demikian, manfaat program diharapkan dapat dirasakan masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun tumbuhnya aktivitas sosial dan ekonomi di Desa Cupunagara. Uploaded Image

Kalapas Pasir Pangarayan Hadiri Apel Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu, Teguhkan Sinergi dan Semangat Pengabdian




PASIR PANGARAYAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Pasir Pangarayan, Rina Efendi, menghadiri Apel Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu yang digelar di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Senin (12/10/2026).



Apel peringatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Rokan Hulu, Anton, Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tamu undangan lainnya.



Kehadiran Kalapas Pasir Pangarayan dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap peringatan hari jadi Kabupaten Rokan Hulu sekaligus mempererat sinergi dan koordinasi antarlembaga dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu, Kalapas Efendi P. Purba menyampaikan ucapan selamat serta harapan agar Kabupaten Rokan Hulu semakin maju, sejahtera, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu. Semoga Kabupaten Rokan Hulu semakin maju, semakin sejahtera, serta terus berkembang menjadi daerah yang unggul dan berdaya saing. Momentum ini hendaknya menjadi semangat bagi kita semua untuk terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan sinergi, dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ujar Efendi P. Purba.

Ia juga berharap sinergi antara jajaran Lapas Pasir Pangarayan dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu serta seluruh unsur Forkopimda dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam mendukung terciptanya situasi daerah yang aman, tertib, dan kondusif.

Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat pembangunan, serta mendorong kolaborasi seluruh elemen dalam mewujudkan Kabupaten Rokan Hulu yang semakin maju dan sejahtera.

***Friska Manalu ***

TMMD ke-130 Buka Akses Jalan, Petani Berharap Aktivitas Makin Lancar

(Subang) -  Rabu (14/10/2026). Bagi Ibu Anik, warga Kampung Babakan Loa RT 01 RW 06, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, mengolah kebun sayuran merupakan bagian dari kesehariannya. Akses menuju lahan pertanian menjadi hal penting untuk menunjang aktivitas tersebut.

Jalan yang memadai diharapkan dapat memudahkan petani menuju lahan sekaligus membawa hasil panen. Karena itu, pembukaan jalan baru menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara.

Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, S.H., M.Han., menjelaskan bahwa pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter tersebut ditujukan untuk membuka akses dan mendukung mobilitas masyarakat.

“Pembukaan jalan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas warga yang selama ini membutuhkan akses jalan yang lebih baik,” ujarnya.

Bagi Ibu Anik, akses yang lebih mudah diharapkan dapat membantu aktivitasnya menuju kebun sayuran.

“Kalau akses jalannya lebih mudah, tentu kami berharap perjalanan ke kebun dan membawa hasil sayuran bisa lebih lancar,” ungkapnya.

Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, mengatakan bahwa akses jalan yang memadai penting bagi warga, termasuk petani, karena menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Melalui sasaran pembukaan jalan ini, TMMD ke-130 diharapkan dapat mendukung aktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat Desa Cupunagara. Uploaded Image

Selasa, 13 Oktober 2026

Kesigapan Petugas dan Warga Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Kedawung


Cirebon Kota - Kesigapan aparat kepolisian bersama TNI, petugas pemadam kebakaran, dan warga dalam menangani kebakaran lahan kosong milik Hotel Apita Cirebon di Blok Cideng Raya Bougenvile, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Selasa (13/10/2026), berhasil mencegah api meluas ke area sekitarnya setelah kejadian diketahui sekitar pukul 13.40 WIB.

Pengecekan tempat kejadian perkara dilakukan oleh jajaran Polsek Kedawung setelah menerima laporan kebakaran. Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., bersama personel piket fungsi segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan kejadian tersebut.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi bernama Agus Faqih, 49 tahun, yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Saat menjalankan tugas pengawasan di kolam renang Hotel Apita, saksi melihat kepulan asap dari lahan kosong yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah, kemudian memeriksa sumber asap dan mendapati api telah membakar area tersebut.

Mengetahui kejadian itu, warga sekitar turut memberikan informasi kepada pihak terkait sehingga penanganan dapat segera dilakukan. Personel Polsek Kedawung bersama anggota TNI dari Koramil setempat, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, serta masyarakat bergerak melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api dan mengantisipasi kemungkinan rambatan ke lingkungan sekitar.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Cirebon mengerahkan satu unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran tersebut. Berkat koordinasi dan kesigapan seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB, atau kurang lebih 20 menit setelah waktu kejadian dilaporkan.

Setelah api berhasil dikendalikan, personel kepolisian melaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, mengumpulkan informasi terkait penyebab kebakaran, serta mendokumentasikan kondisi lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi di lapangan sekaligus memperoleh gambaran mengenai awal mula terjadinya kebakaran.

Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang tidak diawasi sehingga api merambat ke lahan kosong. Meski demikian, penyebab tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan informasi awal, sementara dalam kejadian ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil yang terdata.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., menjelaskan bahwa penanganan cepat melalui kerja sama lintas unsur menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas. Kehadiran polisi bersama masyarakat, TNI, dan petugas pemadam kebakaran menunjukkan pentingnya koordinasi serta kepedulian bersama ketika menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekitar.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kedawung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan lingkungan kepada petugas. “Kesigapan seluruh pihak sangat diperlukan dalam menghadapi keadaan darurat. Kami mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan, mencegah pembakaran sampah secara sembarangan, dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin,” demikian imbauan Kapolsek.

Polisi Selidiki Pelemparan Bus Suporter Klub Sepak Bola di Cirebon

Cirebon Kota - Polres Cirebon Kota melalui Polsek Kedawung melakukan penyelidikan terkait aksi pelemparan batu terhadap bus yang ditumpangi suporter klub sepak bola di Kilometer 199.800, tepatnya di bawah jembatan Blok Nambo Kidul, Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 03.15 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan kaca bus pecah dan dua penumpang mengalami luka ringan.

Bus bernomor polisi B-7599-A itu sedang dalam perjalanan pulang dari Daerah Istimewa Yogyakarta menuju Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, setelah rombongan suporter menyaksikan pertandingan sepak bola. Saat melintas di lokasi kejadian, bus diduga menjadi sasaran pelemparan batu oleh sejumlah orang yang identitasnya hingga kini belum diketahui.

Akibat kejadian tersebut, kaca depan sebelah kiri dan kaca samping kiri bagian tengah bus mengalami kerusakan. Dua penumpang dilaporkan mengalami luka lecet, masing-masing seorang perempuan berinisial P.R., 23 tahun, dan seorang laki-laki berinisial A.A., 25 tahun.

Setelah kejadian, sopir bus membawa rombongan hingga Gerbang Tol Palimanan untuk menurunkan korban dan melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas Patroli Jalan Raya Polda Jawa Barat. Kedua korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan petugas ke RS Mitra Plumbon untuk mendapatkan perawatan medis sebelum kembali bergabung dengan rombongan yang melanjutkan perjalanan menuju Bekasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., bersama personel kepolisian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan pengumpulan bahan keterangan pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 11.30 hingga 13.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian, mengumpulkan informasi, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan.

Pengecekan dan pendalaman informasi melibatkan personel Polsek Kedawung, Pamapta Polres Cirebon Kota, Satreskrim, Satintelkam, unit identifikasi Polres Cirebon Kota dan Polresta Cirebon, serta petugas PJR Polda Jawa Barat. Koordinasi lintas fungsi tersebut dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan melalui pemeriksaan lokasi dan pengumpulan keterangan yang diperlukan.

Hingga saat ini, identitas orang-orang yang diduga melakukan pelemparan belum diketahui dan kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Dugaan mengenai pihak yang terlibat belum dapat dipastikan sebelum didukung bukti dan hasil pendalaman lebih lanjut, sehingga penanganan perkara tetap mengedepankan fakta yang ditemukan di lapangan.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., menyampaikan bahwa kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut untuk mengetahui rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Polisi bersama masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik dengan menyampaikan informasi relevan kepada petugas guna membantu proses pengungkapan perkara.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kedawung mengimbau masyarakat dan seluruh kelompok suporter klub sepak bola agar mengedepankan sportivitas, tidak melakukan kekerasan, serta menghormati keselamatan pengguna jalan lainnya. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut diminta segera melapor kepada kepolisian dan tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi agar proses penyelidikan dapat berjalan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.