Rakyat Nusantara News

Berita Terkini

Pemkot Cirebon Gagas Penataan Kabel Semrawut: Kerja Sama dengan APJATEL di Jalan Protokol

RN NEWS (Kota Cirebon) - Pemerintah Kota Cirebon mulai mengambil langkah konkret untuk membenahi jaringan kabel telekomunikasi yang masih se...

Postingan Populer

Selasa, 03 November 2026

Pemkot Cirebon Gagas Penataan Kabel Semrawut: Kerja Sama dengan APJATEL di Jalan Protokol


RN NEWS (Kota Cirebon) -
Pemerintah Kota Cirebon mulai mengambil langkah konkret untuk membenahi jaringan kabel telekomunikasi yang masih semrawut di sejumlah ruas jalan. Melalui kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL), penataan dan pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi pasif akan dilakukan secara bertahap untuk mewujudkan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman.

Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kota Cirebon dan APJATEL tentang Penataan dan Pengembangan Jaringan Infrastruktur Pasif di Kota Cirebon. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini turut disaksikan jajaran perangkat daerah, DPRD, serta perwakilan sejumlah operator telekomunikasi.

Bagi Pemerintah Kota Cirebon, kerja sama tersebut merupakan upaya untuk menata jaringan kabel secara lebih terintegrasi. Persoalan kabel yang melintang dan menumpuk di sejumlah kawasan tidak hanya memengaruhi estetika kota, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa penandatanganan kesepakatan ini menjadi langkah awal agar program penataan segera terealisasi. Setelah kesepakatan bersama atau MoU ditandatangani, proses akan dilanjutkan dengan kerja sama operasional (KSO) antara pihak-pihak yang terlibat.


“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan MoU dengan APJATEL dan disaksikan oleh para operator, jajaran perangkat daerah, serta DPRD. Harapan kami, program ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi Kota Cirebon. Setelah MoU ini, kita akan masuk ke tahap KSO agar pelaksanaannya bisa segera dilakukan,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa program penataan tersebut tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh biaya pekerjaan menjadi tanggung jawab APJATEL bersama operator telekomunikasi yang terlibat. Sementara itu, pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program dengan menyediakan lahan yang dibutuhkan.

Pada tahap awal, penataan akan difokuskan pada sejumlah jalan protokol dengan total panjang penanganan sekitar 12 kilometer. Pekerjaan dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing operator. Melalui pola ini, program diharapkan berjalan secara terukur tanpa mengharuskan seluruh operator mengeluarkan investasi besar dalam waktu bersamaan.

Setelah penataan di jalan protokol selesai, program akan diperluas ke wilayah permukiman. Salah satu tujuannya adalah mengurangi jumlah tiang operator yang berdiri berdekatan di lingkungan warga. Ke depan, jaringan sejumlah operator diharapkan dapat memanfaatkan tiang bersama, sehingga tidak lagi ditemukan lima hingga tujuh tiang yang berdiri berjejer dalam satu kawasan.


Dalam menentukan lokasi pengerjaan, Pemerintah Kota Cirebon akan mempertimbangkan tingkat kepadatan jaringan kabel di setiap wilayah. Harjamukti, misalnya, menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena kabel dan tiang operator di sejumlah titik terpantau lebih padat dibandingkan wilayah lain.

Penataan ini diarahkan untuk menggunakan sistem ducting, yakni penempatan jaringan kabel melalui jalur khusus. Dengan sistem tersebut, kabel telekomunikasi dapat ditata lebih teratur dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bentangan udara. Selain memperbaiki tampilan kawasan perkotaan, sistem ini diharapkan mampu mengurangi potensi gangguan serta risiko keselamatan akibat kabel yang tidak tertata.

Di tengah rencana tersebut, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat selama proses penataan berlangsung. Pasalnya, sejumlah pekerjaan teknis, seperti pengeboran atau boring untuk pemasangan jalur kabel, berpotensi mengganggu aktivitas warga untuk sementara waktu.

“Kami mohon dukungan masyarakat Kota Cirebon. Dalam prosesnya nanti mungkin ada pekerjaan boring atau kegiatan teknis lainnya yang sedikit mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membenahi kota. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami karena hasil akhirnya juga untuk kepentingan dan kenyamanan bersama,” tuturnya.

APJATEL siap terlibat aktif dalam program penataan jaringan telekomunikasi di Kota Cirebon. Ketua Koordinator Wilayah Jawa Barat APJATEL, Yudiana Arifin, mengapresiasi komitmen Wali Kota Cirebon dan jajaran pemerintah daerah dalam mempercepat pembenahan infrastruktur tersebut.

Menurut Yudiana, kabel yang tidak tertata menjadi perhatian banyak pemerintah daerah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh operator demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.

APJATEL telah menggelar seremoni awal penataan bersama Wali Kota Cirebon pada Februari lalu. Sejak itu, perapian kabel di sejumlah ruas jalan dilakukan bertahap melalui koordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon serta operator pemilik jaringan.

Namun, perapian kabel belum cukup sebagai solusi jangka panjang. Penataan akan dilanjutkan dengan relokasi jaringan melalui sistem ducting agar kabel di ruang publik tertata lebih menyeluruh.

Yudiana menegaskan pentingnya penanganan bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat. Kecelakaan akibat kabel semrawut, termasuk insiden warga tersangkut kabel di Bandung, menjadi pengingat perlunya perhatian serius terhadap persoalan ini.

“Penataan jaringan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami sebagai asosiasi bersama seluruh operator kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Kami siap mendukung program Pemerintah Kota Cirebon, termasuk dalam penataan dan relokasi jaringan melalui sistem ducting. Dengan adanya MoU ini, komitmen tersebut semakin jelas dan menjadi dasar bagi kami untuk melanjutkan pekerjaan ke tahap berikutnya. Seluruh pembiayaan program ini juga menjadi tanggung jawab APJATEL bersama para operator, tanpa membebani APBD maupun APBN,” ungkap Yudiana.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap penataan jaringan kabel dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan. Tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan perkotaan, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih aman, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur Kota Cirebon yang lebih tertib dan modern.

 

(Elias) 

Perkuatan Pelayanan Publik di Cirebon: Tiga Pejabat Baru Dilantik oleh Wali Kota


RN NEWS (Kota Cirebon) -
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik tiga pejabat administrator di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (03/11/2026). Pelantikan ini bertujuan memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

Ketiga pejabat tersebut mengisi jabatan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Bagian Hukum Setda, serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi ASN pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon.

Penataan ini diharapkan mengoptimalkan koordinasi, pelaksanaan program, dan pelayanan di setiap perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Effendi Edo menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar penugasan struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Ia meminta para pejabat menunjukkan dedikasi dan integritas untuk mendukung kemajuan Kota Cirebon.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat kepada para pejabat administrator yang baru saja diambil sumpahnya. Jabatan ini merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja keras dan dedikasi penuh. Saya ingin kepercayaan ini diwujudkan melalui kinerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Kota

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu mengubah pola kerja birokrasi yang selama ini terkesan kaku menjadi lebih responsif, ramah, serta berorientasi pada solusi atas kebutuhan warga.

Ia juga mengingatkan agar proses pelayanan tidak dipersulit atau ditunda jika dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Masyarakat, lanjutnya, berhak memperoleh pelayanan yang setara, tepat waktu, dan tidak berbelit-belit.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Wali Kota meminta para pejabat administrator berperan sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi. Mereka memiliki tanggung jawab penting untuk menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam pelaksanaan program yang konkret di lapangan.


Karena itu, kekompakan tim, pembinaan staf, dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat perlu mendapat perhatian. Ia ingin setiap aparatur memiliki kesempatan untuk berkembang serta dihargai berdasarkan kapasitas, inovasi, dan hasil kerjanya.

“Jangan hanya menjalankan rutinitas yang monoton. Saya ingin para pejabat mampu menciptakan terobosan, membuka ruang diskusi, dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Waktu kita untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Cirebon sangat berharga. Pastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, BKPSDM Kota Cirebon menilai pengisian jabatan administrator berperan penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan efektivitas organisasi perangkat daerah. Para pejabat yang dilantik diharapkan segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru, sekaligus membangun koordinasi yang baik di lingkungan kerja masing-masing.

Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi, menyampaikan bahwa pejabat administrator menempati posisi strategis dalam menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi langkah kerja yang terukur. Karena itu, kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kemampuan kepemimpinan perlu terus diperkuat agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai target.


“Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi para pejabat untuk meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing. Kami juga mendorong agar mereka terus mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, seluruh upaya penguatan aparatur ini harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Budi.

Budi juga menjelaskan Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap ketiga pejabat dapat segera menjalankan amanah dengan optimal. Penguatan kapasitas aparatur dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil diharapkan mampu mendorong birokrasi yang semakin adaptif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Saya juga berharap setiap langkah pembenahan di lingkungan pemerintahan tidak berhenti pada penataan organisasi semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan Kota Cirebon yang semakin maju,” Tuturnya.

 

(Elias) 

Matangkan Persiapan Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026, Kalapas Pasir Pangarayan Pimpin Rapat




PASIR PANGARAYAN – Dalam rangka menyukseskan rangkaian peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menggelar rapat persiapan pada Senin (2/11/2026).



Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P Purba. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mematangkan berbagai persiapan serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Kemenimipas ke-2 dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar.

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai hal terkait persiapan pelaksanaan kegiatan, mulai dari perencanaan rangkaian acara, pembagian tugas, hingga koordinasi antarbagian guna mendukung kelancaran seluruh agenda peringatan.

Kalapas Efendi P Purba dalam arahannya menekankan pentingnya kerja sama, kekompakan, dan tanggung jawab seluruh jajaran dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

"Melalui rapat persiapan ini, saya berharap seluruh jajaran dapat berperan aktif dan saling berkoordinasi. Kita harus bekerja sama, menjaga kekompakan, serta melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab dengan maksimal agar seluruh rangkaian peringatan Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026 dapat berjalan sukses," ujar Efendi.

Ia juga mengingatkan agar setiap persiapan dilakukan secara matang dan terencana sehingga kegiatan yang dilaksanakan nantinya tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memiliki makna dalam memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

Melalui rapat persiapan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berkomitmen untuk turut menyukseskan peringatan Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat solidaritas, meningkatkan semangat pengabdian, serta mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin baik.

***Friska Manalu***

Hangatnya Interaksi Satgas TMMD Bersama Anak-anak Cihaur Wetan


RN NEWS (Subang) - Suasana akrab mewarnai kebersamaan anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Kopda Azzan dan Serda Wisnu, bersama anak-anak di Kampung Cihaur Wetan, Dusun 1, RW 02, RT 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026).

Dalam suasana santai, anggota Satgas terlihat berinteraksi dengan anak-anak yang berkumpul di lingkungan permukiman. Momen sederhana tersebut mencerminkan kedekatan TNI dengan masyarakat, termasuk generasi muda di wilayah sasaran TMMD.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kebersamaan dengan warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD.

“Kehadiran Satgas di tengah masyarakat tidak hanya untuk melaksanakan pembangunan, tetapi juga menjalin kedekatan dan menumbuhkan kebersamaan, termasuk dengan anak-anak,” ujarnya.

Interaksi tersebut menjadi potret sisi humanis Satgas TMMD dalam menjalankan tugas di Desa Cupunagara. Melalui komunikasi dan kebersamaan, hubungan antara prajurit dan masyarakat diharapkan semakin erat.

Program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus menghadirkan berbagai kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

Satgas TMMD Pastikan Air Bersih Mengalir hingga ke Rumah Warga Cupunagara


RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memastikan distribusi air bersih melalui pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) titik 5 di Kampung Cupunagara, Dusun 2, RW 04, RT 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026).

Setelah bak penampungan air ditempatkan, personel Satgas melanjutkan pekerjaan dengan menyambungkan saluran menggunakan selang menuju rumah warga. Langkah ini dilakukan agar fasilitas air bersih yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa penyediaan air bersih harus memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Kami memastikan saluran air dari bak penampungan dapat terhubung ke warga sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terbantu,” ujarnya.

Penyambungan saluran tersebut menjadi bagian penting dari penyelesaian sasaran SAB. Satgas tidak hanya membangun fasilitas penampungan, tetapi juga memastikan distribusi air menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Melalui pembangunan SAB titik 5 ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berharap akses air bersih semakin mudah diperoleh warga dan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat Desa Cupunagara.

Sinergi Satgas TMMD dan Insan Pers Perkuat Publikasi Pembangunan


RN NEWS (Subang) - Danki Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjalin komunikasi dengan wartawan Ruslan Efendi dari RRI Bandung dan Indri dari Penanews di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026).

Komunikasi tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI dan insan pers dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Program TMMD memiliki nilai berita tinggi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kegiatan kemanusiaan.

Danki Satgas menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan dan manfaat TMMD.

“Kami berharap komunikasi dengan insan pers terus terjalin dengan baik agar informasi kegiatan TMMD dapat tersampaikan secara akurat dan luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Wartawan RRI Bandung, Ruslan Efendi, menilai pemberitaan TMMD penting bagi masyarakat.

“TMMD memiliki nilai berita yang tinggi karena menyangkut pembangunan dan kepentingan masyarakat. Media juga memiliki fungsi kontrol sosial untuk memastikan program yang menggunakan anggaran negara berjalan transparan dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Melalui komunikasi yang baik, Satgas TMMD dan insan pers diharapkan terus bersinergi dalam mengabarkan pembangunan serta manfaatnya bagi masyarakat.

Aksi Alat Berat Buka Jalan TMMD Jadi Tontonan Warga Kampung Cinaga


RN NEWS (Subang) - Aktivitas alat berat dalam pengerjaan pembukaan jalan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menarik perhatian warga Kampung Cinaga, Dusun 1, RW 03, RT 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026). Sejumlah warga tampak menyaksikan langsung proses pengerjaan jalan yang kini semakin mendekati permukiman.

Di tengah medan tanah yang menanjak, alat berat terus bekerja meratakan dan membentuk badan jalan. Pemandangan tersebut menjadi perhatian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, sekaligus menghadirkan gambaran nyata dari pembangunan akses jalan yang selama ini dinantikan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan jalan terus dilakukan untuk membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat.

“Pembangunan jalan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Kami terus berupaya agar pengerjaannya berjalan optimal sehingga akses menuju permukiman semakin mudah dijangkau,” ujarnya.

Kehadiran alat berat yang bekerja di sekitar lingkungan warga juga menjadi perhatian Ketua RW Dadang RK. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari.

“Warga sangat antusias melihat pengerjaan jalan yang semakin dekat ke permukiman. Kami berharap setelah selesai, jalan ini bisa mempermudah mobilitas masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga Kampung Cinaga,” ungkap Dadang RK.

Pembangunan jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memiliki sasaran sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter. Melalui pengerjaan tersebut, Satgas TMMD bersama masyarakat terus berupaya menghadirkan akses yang lebih baik sebagai bagian dari pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Satgas TMMD ke-130 Dorong Pencegahan Stunting melalui Pemantauan Kesehatan Anak


RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui anggota kesehatan melaksanakan pemantauan kesehatan anak di Kampung Cilutung, Dusun 1, RW 06, RT 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Pemantauan dilakukan sebagai langkah mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya menjaga kesehatan anak sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, anggota kesehatan Satgas TMMD juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi dan kondisi kesehatan anak. Upaya ini diharapkan dapat mendorong keluarga untuk lebih memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Anggota kesehatan Satgas TMMD ke-130, Serka Sugiarto, menyampaikan bahwa pemantauan kesehatan anak merupakan langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong orang tua agar lebih memperhatikan kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Pemantauan secara berkala menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menjadi bagian dari upaya Satgas dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran.

“Kami berharap kehadiran Satgas TMMD dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui edukasi dan pelayanan kesehatan. Dengan perhatian bersama, diharapkan tumbuh kembang anak dapat terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus berupaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Cupunagara, sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Senin, 02 November 2026

Strategi Perencanaan Inovatif dari Sekda Cirebon untuk Peserta Pelatihan UNPAD


RN NEWS (Kota Cirebon) -
Keterbatasan wilayah dan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi dalam pembangunan daerah. Dengan perencanaan yang tepat, kreativitas, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah dapat menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, saat menerima kunjungan lapangan peserta Pelatihan Fungsional Perencana Tingkat Pertama Program Magister Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Senin (2/11/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, dengan didampingi Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mempelajari secara langsung praktik perencanaan pembangunan di lingkungan pemerintah daerah, termasuk strategi dalam mengoptimalkan potensi wilayah, mengelola keterbatasan sumber daya, serta membangun kemitraan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Universitas Padjadjaran yang telah memilih Kota Cirebon sebagai salah satu lokasi studi lapangan. Menurutnya, kunjungan akademisi dan para perencana dari berbagai daerah merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan praktik pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Cirebon.


Ia menjelaskan, Kota Cirebon memiliki karakteristik wilayah yang relatif kecil, dengan luas sekitar 39,8 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 360 ribu jiwa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola ruang, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi daerah.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi Kota Cirebon untuk terus mengembangkan inovasi. Iing menegaskan bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam merancang program tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kreativitas dalam melihat peluang dan menyusun solusi.

“Perencana jangan hanya berpikir bahwa program bisa berjalan ketika anggarannya tersedia. Kita harus mampu menciptakan peluang, mencari alternatif pembiayaan, dan membangun kolaborasi. Ketika sumber daya kita terbatas, bukan berarti kita berhenti bergerak. Justru di situlah kemampuan perencana untuk berinovasi benar-benar dibutuhkan,” ujar Sekda.

Ia menambahkan, perencanaan pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, setiap program perlu disusun berdasarkan skala prioritas, dampak yang ingin dicapai, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan.


Menurut Sekda, tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah saat ini menuntut para perencana untuk semakin adaptif dan mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang. Perencana tidak cukup hanya memahami aspek teknis penyusunan dokumen, tetapi juga perlu memiliki kemampuan analisis, komunikasi, negosiasi, dan pemecahan masalah.

Salah satu strategi yang terus didorong Pemerintah Kota Cirebon adalah memperluas sumber pembiayaan pembangunan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Selain mengoptimalkan APBD dan memanfaatkan dukungan pemerintah pusat maupun provinsi, Pemkot Cirebon juga membuka peluang kolaborasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL), serta dukungan mitra pembangunan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sekda mencontohkan penataan kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru sebagai salah satu upaya yang membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, penataan kawasan tersebut dapat didukung tanpa sepenuhnya membebankan kebutuhan pembiayaan kepada APBD Kota Cirebon.

Selain pembangunan infrastruktur, pendekatan kolaboratif juga diterapkan dalam pengembangan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui Mal UKM yang menjadi wadah pemasaran produk UMKM Kota Cirebon dan daerah sekitarnya.

Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi antardaerah. Produk UMKM dari wilayah Ciayumajakuning dan daerah lain yang tergabung dalam kerja sama Kunci Bersama dapat memperoleh ruang promosi, sehingga potensi ekonomi masing-masing daerah dapat saling mendukung.

Bagi Sekda, praktik tersebut menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan tidak harus selalu berangkat dari besarnya sumber daya yang dimiliki. Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan pemerintah dalam mempertemukan potensi, kebutuhan, dan kepentingan berbagai pihak untuk menghasilkan manfaat bersama.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Melalui pendekatan ini, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

“Pembangunan akan lebih kuat ketika pemerintah tidak bekerja sendiri. Kita perlu membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media. Potensi serta sumber daya itu sebenarnya banyak tersedia di sekitar kita. Tugas perencana adalah menghubungkannya agar bisa menjadi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda turut memperkenalkan sejumlah potensi Kota Cirebon, mulai dari sektor perdagangan dan UMKM, kekayaan kuliner, hingga warisan budaya dan sejarah. Keberadaan empat keraton, tradisi batik Mega Mendung, serta berbagai destinasi wisata menjadi modal penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia berharap kunjungan para peserta tidak hanya memberikan gambaran mengenai penyelenggaraan pemerintahan di Kota Cirebon, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan tentang bagaimana pemerintah daerah merumuskan kebijakan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan wilayahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Ekonomi Terapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Bayu Kharisma, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon atas penerimaan dan kesempatan yang diberikan kepada para peserta untuk belajar secara langsung mengenai praktik perencanaan pembangunan.


Ia menjelaskan, kunjungan lapangan merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Fungsional Perencana Tingkat Pertama yang diselenggarakan melalui program pelatihan perencanaan Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 25 peserta dari lingkungan kejaksaan di wilayah Kalimantan mengikuti studi lapangan di Kota Cirebon. Kegiatan ini merupakan gelombang ketiga dari rangkaian pelatihan yang sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sekretaris Daerah Kota Cirebon beserta jajaran yang telah menerima kami dengan sangat baik. Kunjungan lapangan ini merupakan bagian penting dari proses pelatihan, karena para peserta perlu melihat secara langsung bagaimana perencanaan dilaksanakan dan bagaimana kebijakan diterapkan dalam praktik pemerintahan daerah,” tutur Bayu.

Menurutnya, pembelajaran langsung di daerah diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai proses perencanaan, mulai dari identifikasi persoalan, penentuan prioritas, hingga pelaksanaan program. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi para perencana untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan mendukung pengambilan keputusan di instansi masing-masing. 

“Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi para peserta dalam memahami praktik perencanaan pembangunan secara langsung,” pungkas Bayu.

 

(elias) 

Perkuat Kekompakan dan Kerja Sama Tim, Kalapas Pasir Pangarayan Pimpin Apel Pagi




PASIR PANGARAYAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, memimpin apel pagi pegawai pada Senin (2/11/2026). Kegiatan berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dan diikuti oleh pejabat struktural eselon IV dan V, staf kantor, serta peserta Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).



Dalam amanatnya, Kalapas Efendi P Purba mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga kekompakan dan meningkatkan kerja sama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas organisasi tidak terlepas dari soliditas serta sinergi seluruh pegawai.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tim merupakan hal penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, meningkatkan kinerja, serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

“Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran agar selalu menjaga kekompakan dan saling bekerja sama. Jangan bekerja sendiri-sendiri, karena keberhasilan dalam melaksanakan tugas merupakan hasil dari kerja sama tim yang solid. Dengan kebersamaan, setiap tantangan dan pekerjaan akan lebih mudah kita selesaikan,” ujar Efendi P Purba.

Lebih lanjut, Kalapas berharap pesan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai, termasuk peserta Magang Nasional Kemenaker, untuk terus membangun komunikasi yang baik, saling mendukung, dan memiliki rasa tanggung jawab dalam setiap pekerjaan.

Melalui apel pagi ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan semakin memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat kerja dalam memberikan pelayanan serta melaksanakan tugas pemasyarakatan secara optimal.

***Friska Manalu***

Polsek Kepenuhan Ungkap Peredaran Sabu 6,14 Gram, Tiga Orang Diamankan




ROKAN HULU – Jajaran Polsek Kepenuhan, Polres Rokan Hulu, mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu seberat 6,14 gram di Desa Kepenuhan Raya, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.



Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang, masing-masing berinisial YS (53), SP (45), dan TSW (57). Ketiganya diamankan di sebuah rumah milik warga di Desa Kepenuhan Raya, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 12.20 WIB.



Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H., memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Heri Irnanda N., S.M., bersama personel untuk melakukan penyelidikan.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas kemudian melakukan penggerebekan di rumah tersebut dan mengamankan ketiga orang yang berada di lokasi.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket plastik klip bening berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 6,14 gram.

Selain itu, polisi turut menyita dua unit timbangan digital, tiga pak plastik klip bening, satu sendok yang terbuat dari pipet plastik, sejumlah kotak rokok, empat unit telepon genggam, satu unit sepeda motor Honda Revo, satu buku berwarna merah, serta dua lembar tisu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga orang tersebut diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkotika. Sementara itu, hasil tes urine terhadap ketiganya menunjukkan negatif metamfetamina dan negatif amfetamina.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H., menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran narkotika.

Ia menegaskan, kepolisian akan terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Selanjutnya, ketiga orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Polsek Kepenuhan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

**"Friska Manalu***
 *(Humas Polres Rohul)*

Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja, Babinsa Manahan Gembleng Linmas Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga


Uploaded ImageSurakarta – Guna meningkatkan kedisiplinan dan semangat kerja, Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serma Saring dan Sertu Supriyadi memberikan arahan kepada anggota Linmas Kelurahan Manahan di Halaman Gedung Graha Kusuma, Jl. Manyar I No. 2, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (02/11/2026)

Linmas merupakan ujung tombak petugas dari Kelurahan yang setiap harinya bersentuhan langsung dengan warga masyarakat. Setiap saat harus siap jika ada tugas, sehingga Linmas harus mempunyai kedisiplinan tinggi dalam melaksanakan tugasnya, apalagi saat ini sudah memasuki pergantian musim dari kemarau ke musim hujan yang rawan bencana.

Menyikapi tugas pokok Linmas yang tidak mudah, Babinsa Manahan memberikan arahan yang bertujuan untuk membentuk kedisiplinan dan motivasi kerja dalam melaksanakan tugas, serta memupuk rasa kebersamaan, persaudaraan, dan keamanan.

"Linmas harus bisa memberi contoh bagi masyarakat lainnya dalam penanaman disiplin dan semangat dalam melaksanakan tugas," ungkap Serma Saring.

Lebih lanjut Serma Saring menegaskan, kedisiplinan adalah modal pokok keberhasilan dalam melaksanakan tugas ataupun kegiatan, baik itu kegiatan pribadi maupun kegiatan dalam pekerjaan.

"Tanpa kedisiplinan, pekerjaan yang dilakukan hasilnya tidak akan bisa maksimal," pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas, Babinsa Pucangsawit Kawal Penyaluran Makan Bergizi Gratis di SDN Badran


Uploaded Image

Surakarta – Wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah, Babinsa Kelurahan Pucangsawit Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Suparno melaksanakan pendampingan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa-siswi SDN Badran, Jl. Ir. Juanda, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Senin (02/11/202)

Pendampingan penyaluran Makan Bergizi Gratis ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya siswa-siswi di sekolah dasar.

Program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa-siswi, serta mendukung pembangunan generasi muda yang lebih sehat dan cerdas. Dengan dukungan Babinsa, program ini diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.

Di sisi lain, melalui kegiatan ini, Babinsa berperan aktif dalam memastikan distribusi MBG berjalan lancar dan aman.

“Kami juga membantu memantau kualitas makanan dan memastikan bahwa semua porsi makanan bergizi diterima oleh siswa,” ungkap Serka Suparno.

“Program ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak dan meningkatkan prestasi belajar mereka. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi siswa,” tambahnya.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Wilayah Tetap Aman dan Kondusif, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa aman serta nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Kopka Eva Agus melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Minggu ( 01 / 11 / 2026)

Dikatakan Kopka Eva Agus Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut, kami selaku Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan lingkungan dan ketertiban,agar tidak terjadi nya suatu tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus selalu tanggap terhadap perkembangan situasi yang ada di lingkungan sekitar wilayah."tegasnya.

Penulis : Arda 72

Malam Penuh Kehangatan, Satgas TMMD ke-130 dan Warga Nikmati Ikan Bakar Bersama


RN NEWS (Subang) - Suasana malam  di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terasa berbeda. Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama masyarakat menikmati makan malam ikan bakar dalam suasana penuh keakraban, Minggu malam (1/11/2026).

Kebersamaan tersebut menjadi salah satu potret kedekatan antara prajurit TNI dan masyarakat selama pelaksanaan program TMMD. Di tengah kesibukan menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan, momen makan bersama menghadirkan ruang untuk berinteraksi dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Tidak ada suasana formal dalam pertemuan tersebut. Anggota Satgas dan warga duduk bersama, menikmati hidangan ikan bakar sambil berbincang santai. Suasana sederhana itu memperlihatkan hubungan yang tumbuh melalui kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Menurutnya, hubungan yang baik akan semakin memperkuat semangat gotong royong selama kegiatan berlangsung.

“Melalui kebersamaan seperti ini, kami ingin terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran Satgas TMMD di desa ini tidak hanya untuk melaksanakan pembangunan, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan warga,” ungkapnya.

Momen makan malam bersama tersebut menjadi gambaran bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan secara fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara TNI dan masyarakat. Kehangatan yang terjalin diharapkan terus terpelihara, bahkan setelah seluruh rangkaian program TMMD ke-130 selesai dilaksanakan..

Sebelum Bekerja, Anggota Satgas dan Warga Cupunagara Jalani Pemeriksaan Kesehatan


RN NEWS (Subang) - Memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga menjadi bagian dari perhatian Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang selama pelaksanaan pembangunan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Sebelum memulai pekerjaan, anggota Satgas bersama masyarakat mendapatkan pendampingan pemeriksaan kesehatan dari personel kesehatan Satgas, PNS Mukmin. Senin (2/11/2026).

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi fisik anggota Satgas dan masyarakat yang terlibat dalam berbagai kegiatan TMMD. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, potensi gangguan kesehatan selama beraktivitas di lapangan dapat lebih diantisipasi.

Dalam pelaksanaannya, PNS Mukmin memberikan pendampingan pemeriksaan kesehatan kepada anggota Satgas dan warga sebelum mereka menjalankan pekerjaan. Kehadiran personel kesehatan ini menjadi bagian dari dukungan pelayanan kesehatan selama program TMMD berlangsung.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa kesehatan personel dan masyarakat menjadi perhatian penting dalam mendukung kelancaran seluruh kegiatan di lapangan.

“Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan kondisi fisik yang baik. Karena itu, kami memperhatikan kesehatan anggota Satgas maupun masyarakat yang ikut bergotong royong. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan setiap orang tetap menjaga kondisi kesehatannya,” ungkapnya.

Sementara itu, PNS Mukmin menjelaskan bahwa pendampingan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi anggota Satgas dan masyarakat sebelum melaksanakan aktivitas pekerjaan.

“Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk memantau kondisi kesehatan sebelum beraktivitas. Dengan begitu, apabila ditemukan keluhan kesehatan, dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Melalui pendampingan kesehatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berupaya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan pembangunan dan kondisi kesehatan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sebab, kelancaran pembangunan juga didukung oleh kesiapan fisik serta kesehatan para pelaksananya.

Dari Dalam hingga Luar, Satgas TMMD Percantik Rumah Emak Ruhimah


RN NEWS (Subang) - Proses rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Emak Ruhimah di Kampung Cilalay RT 03/RW 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus berlanjut. Setelah menyelesaikan pengecatan bagian dalam rumah, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang kini melanjutkan pekerjaan pada bagian luar bangunan. Senin (2/11/2026).

Pengecatan bagian luar menjadi salah satu tahapan yang memberikan perubahan pada tampilan rumah. Dinding yang sebelumnya telah melalui proses pembangunan dan perbaikan kini mulai mendapatkan sentuhan akhir agar terlihat lebih rapi.

Pengerjaan tersebut dilakukan anggota Satgas TMMD sebagai bagian dari program rehabilitasi Rutilahu yang sejak awal melibatkan semangat gotong royong bersama masyarakat. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap hingga rumah dapat memberikan kenyamanan lebih baik bagi penghuninya.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan Rutilahu terus diarahkan agar setiap bagian rumah dapat diselesaikan dengan baik. Pengecatan bagian luar menjadi kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya sehingga hasil rehabilitasi dapat terlihat semakin utuh.

“Pengecatan bagian luar ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. Kami terus mengupayakan agar seluruh tahapan rehabilitasi dapat diselesaikan dengan baik, sehingga rumah ini nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi Emak Ruhimah dan keluarga,” ungkapnya.

Bagi Emak Ruhimah, perubahan rumah yang ditempatinya bersama sang suami menjadi kebahagiaan tersendiri. Ia melihat langsung bagaimana kondisi rumahnya berangsur berubah sejak proses pembongkaran hingga memasuki tahap penyelesaian.

“Alhamdulillah, sekarang rumah sudah semakin bagus. Bagian dalam sudah dicat, sekarang bagian luarnya juga mulai dikerjakan. Emak sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu memperbaiki rumah kami,” ungkap Emak Ruhimah.

Melalui program TMMD ke-130, rehabilitasi Rutilahu ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima. Pembangunan yang dilakukan secara bertahap menjadi wujud kepedulian Satgas TMMD dalam membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat di wilayah pedesaan.

Satgas TMMD dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Penghubung Antar Dusun


RN NEWS (Subang) - Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama masyarakat terus bahu membahu mempercepat pembangunan jembatan penghubung antar dusun di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Senin (2/11/2026).

Di tengah kondisi medan berlumpur, Satgas dan warga tetap bekerja menyusun batu serta mengerjakan bagian pondasi jembatan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting untuk menghubungkan akses jalan baru sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan jembatan terus diupayakan agar akses jalan yang sedang dibuka dapat tersambung sesuai target.

“Pengerjaan ini kami kebut bersama masyarakat. Kami berharap jembatan dapat segera diselesaikan sehingga akses jalan antar dusun bisa terhubung dan memberikan manfaat bagi warga,” ungkapnya.

Irman, salah seorang warga, mengaku turut bersemangat membantu pengerjaan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan akses jalan dan jembatan sangat dinantikan karena akan memudahkan mobilitas masyarakat.

“Kami senang bisa ikut bergotong royong bersama anggota TNI. Mudah-mudahan setelah selesai, jalan dan jembatan ini bisa memudahkan aktivitas warga,” ujarnya.

Kebersamaan Satgas TMMD dan masyarakat menjadi kekuatan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa yang diharapkan memberikan manfaat bagi kehidupan warga Cupunagara.

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD Turut Bantu Petani Stroberi


RN NEWS (Subang) - Di sela-sela pengerjaan sasaran pembangunan, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang turut membantu petani merawat tanaman stroberi di Kampung Cilutung, Dusun 1, RW 06, RT 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Senin (2/11/2026).

Bersama petani, anggota Satgas terlihat melakukan perawatan tanaman stroberi yang dibudidayakan dalam media tanam polibag. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap sektor pertanian sekaligus dukungan terhadap upaya penguatan ketahanan pangan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa keterlibatan anggota dalam aktivitas pertanian merupakan bagian dari upaya menjalin kedekatan dengan masyarakat serta mendukung kegiatan produktif warga.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas, termasuk pertanian. Harapannya, tanaman yang dirawat dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi petani,” ungkapnya.

Ibu Iwang, salah seorang petani stroberi, menyambut baik keterlibatan anggota Satgas yang turut membantu merawat tanamannya. Kebersamaan tersebut menjadi bentuk dukungan dan perhatian terhadap aktivitas pertanian masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat juga mencakup dukungan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di wilayah pedesaan.

Minggu, 01 November 2026

Tim Wasev TMMD ke-130 Salurkan Sembako untuk Warga Cupunagara


RN NEWS (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Tim Wasev di wilayah pelaksanaan TMMD.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di sela-sela agenda kunjungan yang dipimpin Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE. Dalam kunjungan tersebut, tim juga meninjau perkembangan sasaran fisik dan mengevaluasi pelaksanaan program nonfisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang.

Bantuan sembako menjadi salah satu bentuk perhatian kepada masyarakat di sekitar lokasi program. Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan tidak hanya mendukung pembangunan desa, tetapi juga mempererat hubungan dan kebersamaan dengan masyarakat.


Melalui rangkaian kegiatan TMMD, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan wilayah. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Penyaluran sembako ini melengkapi kegiatan kunjungan Tim Wasev di Desa Cupunagara sekaligus menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD turut diwarnai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.