Rabu, 04 November 2026
Diduga Curi Sepeda Motor Karyawan Kebun, Pria Asal Kabun Diamankan Polsek Kepenuhan
Tingkatkan Kondusifitas dan keamanan Wilayah, Binaan Babinsa Kelurahan Timuran Patroli Bersama Linmas
Surakarta - Babinsa Kelurahan Timuran Koramil 02/Banjarsari Kodim Surakarta Serma Danang M melaksanakan patroli malam bersama Linmas di wilayah Kelurahan Timuran Kecamatan Banjarsari, Selasa (03/11/2026).
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Dandim 0735/Surakarta Sambangi Ketua Pengadilan Negeri Surakarta

Satgas TMMD Susun Batu untuk Perkuat Badan Jalan Antar Dusun di Cupunagara
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengoptimalkan pengerjaan pembukaan jalan antar dusun di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Salah satu tahapan yang dikerjakan yakni penyusunan batu untuk pengerasan badan jalan, Rabu (4/11/2026).
Anggota Satgas bersama masyarakat terlihat menyusun batu pada bagian jalan yang tengah dikerjakan. Pengerasan ini menjadi bagian penting dalam pembangunan akses jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter, yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian desa.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menegaskan bahwa pengerjaan terus dioptimalkan dengan memanfaatkan waktu yang tersedia. Terlebih, pelaksanaan TMMD semakin mendekati penutupan sehingga seluruh personel dituntut menjaga ritme dan semangat kerja di lapangan.
“Kami terus mengoptimalkan pengerjaan di setiap tahapan, termasuk penyusunan batu untuk pengerasan jalan. Personel kami dorong agar memaksimalkan waktu kerja, sehingga pembangunan dapat terus berjalan dan selesai sesuai target,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan. Strategi yang diterapkan yakni memaksimalkan kegiatan sejak pagi hari sebelum hujan turun pada siang atau sore hari, disertai penguatan personel dan keterlibatan warga.
“Memasuki musim penghujan, waktu kerja harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, terutama pada pagi hari. Kami terus berupaya agar seluruh sasaran pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Semangat Ngabret, Ngabret Ngaciir harus terus dijaga hingga seluruh pekerjaan tuntas,” tegas Letkol Czi Deny Widi Anggoro.
Melalui pengerjaan yang dilakukan secara bertahap dan gotong royong, Satgas TMMD bersama masyarakat terus berupaya menghadirkan akses jalan yang lebih baik bagi warga Cupunagara. Pembangunan ini diharapkan menjadi penghubung yang bermanfaat bagi aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Pos Kamling Hampir Rampung, Satgas TMMD Dukung Keamanan Lingkungan Warga
RN NEWS (Subang) - Rehabilitasi Pos Kamling melalui program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus menunjukkan progres. Pembangunan yang telah mencapai sekitar 90 persen tersebut diharapkan segera dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung kegiatan ronda malam, Rabu (4/11/2026).
Di sela kegiatan, anggota Satgas TMMD bersama Babinsa wilayah tampak berinteraksi dengan warga di Pos Kamling yang hampir selesai direhabilitasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
Penyelesaian Pos Kamling terus diupayakan agar fasilitas tersebut dapat segera digunakan sesuai fungsinya. Selain sebagai tempat pelaksanaan ronda malam, keberadaan Pos Kamling juga diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa rehabilitasi Pos Kamling merupakan salah satu sasaran tambahan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pos Kamling ini diharapkan dapat segera digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan ronda malam. Dengan adanya fasilitas yang lebih baik, semoga semangat warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan juga semakin meningkat,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Melalui rehabilitasi Pos Kamling, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang turut mendorong penguatan keamanan lingkungan berbasis kebersamaan. Sinergi antara TNI, Babinsa, dan masyarakat diharapkan terus terjaga demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Desa Cupunagara.
Satgas TMMD Kebut Pengerjaan SAB Titik 4 di Kampung Cilutung
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengejar penyelesaian pembangunan sarana air bersih (SAB) di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Salah satu pekerjaan yang masih berlangsung berada di titik 4, Kampung Cilutung, Dusun 1, RW 06, RT 03, Rabu (4/11/2026).
Anggota Satgas TMMD terus mengoptimalkan pengerjaan di lokasi tersebut agar pembangunan dapat segera diselesaikan. Pembangunan SAB menjadi salah satu sasaran fisik tambahan dalam program TMMD ke-130 yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
Dari lima titik pembangunan SAB yang dikerjakan, sebagian besar telah memasuki tahap finishing. Sementara itu, pengerjaan di titik 4 masih berlangsung, sehingga Satgas terus melakukan upaya percepatan untuk menuntaskan seluruh sasaran.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa personel terus berupaya memaksimalkan pengerjaan agar seluruh sasaran pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.
“Kami terus mendorong anggota di lapangan untuk mengoptimalkan pekerjaan, khususnya pada titik-titik yang masih dalam proses pengerjaan. Harapannya, seluruh pembangunan SAB dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Pembangunan sarana air bersih ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cupunagara, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Melalui program TMMD, Satgas bersama warga terus berupaya menghadirkan fasilitas yang mendukung kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan.
Satgas TMMD Perkuat Personel, Percepatan Pembukaan Jalan Antar Dusun Terus Dikebut
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memperkuat personel di sektor pembukaan jalan antar dusun di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengerjaan sasaran fisik seiring semakin terbatasnya waktu pelaksanaan TMMD yang akan berakhir pada 11 November 2026.
Mengawali kegiatan, pada Rabu (4/11/2026) anggota Satgas yang tergabung dalam sektor pembukaan jalan melaksanakan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki. Dalam arahannya, Danki menekankan pentingnya memaksimalkan waktu dan tenaga agar pengerjaan jalan dapat berjalan lebih optimal.
Danki juga meminta seluruh personel menjaga semangat dan kekompakan selama bekerja di lapangan. Seiring mendekatnya waktu penutupan TMMD, kekuatan personel di titik pembukaan jalan ditambah guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Di sisi lain, kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan menjadi tantangan tersendiri bagi Satgas. Namun, Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menjadi kendala dalam menuntaskan seluruh sasaran fisik yang telah direncanakan.
“Meski cuaca saat ini sudah mulai memasuki musim hujan, namun cuaca tersebut tidak menjadi kendala dalam mengerjakan semua sasaran pembangunan fisik TMMD ke-130 di Desa Cupunagara,” tegas Dansatgas.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Satgas mengoptimalkan waktu kerja sejak pagi hari sebelum hujan turun pada siang atau sore hari. Penambahan personel serta pelibatan warga setempat juga dilakukan sebagai strategi percepatan agar pembangunan tetap berjalan sesuai target.
“Semua rintangan kami jadikan peluang agar pekerjaan tetap berjalan. Seperti yang disampaikan di awal, semua sasaran fisik dan nonfisik akan dilaksanakan se-Ngabret Ngabretnya, Ngaciir kita,” pungkas Letkol Czi Deny Widi Anggoro.
Satgas TMMD Rapikan Pengecatan Musala, Harap Segera Digunakan Warga
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus menyempurnakan rehabilitasi musala di Kampung Cinaga, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Rabu (4/11/2026). Pekerjaan kini memasuki tahap akhir berupa finishing pengecatan guna mempersiapkan fasilitas ibadah agar segera dapat digunakan masyarakat.
Pada tahap ini, anggota Satgas melakukan sejumlah pekerjaan perapian, mulai dari membersihkan noda cat yang masih menempel, menyempurnakan bagian-bagian kecil, hingga memastikan hasil pengecatan terlihat lebih rapi.
Pekerjaan finishing menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi. Melalui tahap ini, Satgas berupaya memastikan musala memiliki tampilan yang lebih bersih dan nyaman bagi warga saat melaksanakan ibadah.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan terus dilakukan hingga seluruh bagian musala selesai dirapikan. Ia berharap fasilitas ibadah tersebut dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
“Harapannya, setelah seluruh pekerjaan selesai, musala ini bisa segera digunakan oleh warga untuk beribadah. Kami terus melakukan perapian agar hasilnya lebih baik dan nyaman,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Rehabilitasi musala ini menjadi salah satu sasaran tambahan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Melalui pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, Satgas TMMD berupaya mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Selasa, 03 November 2026
Pemkot Cirebon Gagas Penataan Kabel Semrawut: Kerja Sama dengan APJATEL di Jalan Protokol
RN NEWS (Kota Cirebon) - Pemerintah Kota Cirebon mulai mengambil langkah konkret untuk membenahi jaringan kabel telekomunikasi yang masih semrawut di sejumlah ruas jalan. Melalui kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL), penataan dan pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi pasif akan dilakukan secara bertahap untuk mewujudkan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman.
Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kota Cirebon dan APJATEL tentang Penataan dan Pengembangan Jaringan Infrastruktur Pasif di Kota Cirebon. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini turut disaksikan jajaran perangkat daerah, DPRD, serta perwakilan sejumlah operator telekomunikasi.
Bagi Pemerintah Kota Cirebon, kerja sama tersebut merupakan upaya untuk menata jaringan kabel secara lebih terintegrasi. Persoalan kabel yang melintang dan menumpuk di sejumlah kawasan tidak hanya memengaruhi estetika kota, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa penandatanganan kesepakatan ini menjadi langkah awal agar program penataan segera terealisasi. Setelah kesepakatan bersama atau MoU ditandatangani, proses akan dilanjutkan dengan kerja sama operasional (KSO) antara pihak-pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan MoU dengan APJATEL dan disaksikan oleh para operator, jajaran perangkat daerah, serta DPRD. Harapan kami, program ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi Kota Cirebon. Setelah MoU ini, kita akan masuk ke tahap KSO agar pelaksanaannya bisa segera dilakukan,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa program penataan tersebut tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh biaya pekerjaan menjadi tanggung jawab APJATEL bersama operator telekomunikasi yang terlibat. Sementara itu, pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program dengan menyediakan lahan yang dibutuhkan.
Pada tahap awal, penataan akan difokuskan pada sejumlah jalan protokol dengan total panjang penanganan sekitar 12 kilometer. Pekerjaan dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing operator. Melalui pola ini, program diharapkan berjalan secara terukur tanpa mengharuskan seluruh operator mengeluarkan investasi besar dalam waktu bersamaan.
Setelah penataan di jalan protokol selesai, program akan diperluas ke wilayah permukiman. Salah satu tujuannya adalah mengurangi jumlah tiang operator yang berdiri berdekatan di lingkungan warga. Ke depan, jaringan sejumlah operator diharapkan dapat memanfaatkan tiang bersama, sehingga tidak lagi ditemukan lima hingga tujuh tiang yang berdiri berjejer dalam satu kawasan.
Dalam menentukan lokasi pengerjaan, Pemerintah Kota Cirebon akan mempertimbangkan tingkat kepadatan jaringan kabel di setiap wilayah. Harjamukti, misalnya, menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena kabel dan tiang operator di sejumlah titik terpantau lebih padat dibandingkan wilayah lain.
Penataan ini diarahkan untuk menggunakan sistem ducting, yakni penempatan jaringan kabel melalui jalur khusus. Dengan sistem tersebut, kabel telekomunikasi dapat ditata lebih teratur dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bentangan udara. Selain memperbaiki tampilan kawasan perkotaan, sistem ini diharapkan mampu mengurangi potensi gangguan serta risiko keselamatan akibat kabel yang tidak tertata.
Di tengah rencana tersebut, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat selama proses penataan berlangsung. Pasalnya, sejumlah pekerjaan teknis, seperti pengeboran atau boring untuk pemasangan jalur kabel, berpotensi mengganggu aktivitas warga untuk sementara waktu.
“Kami mohon dukungan masyarakat Kota Cirebon. Dalam prosesnya nanti mungkin ada pekerjaan boring atau kegiatan teknis lainnya yang sedikit mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membenahi kota. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami karena hasil akhirnya juga untuk kepentingan dan kenyamanan bersama,” tuturnya.
APJATEL siap terlibat aktif dalam program penataan jaringan telekomunikasi di Kota Cirebon. Ketua Koordinator Wilayah Jawa Barat APJATEL, Yudiana Arifin, mengapresiasi komitmen Wali Kota Cirebon dan jajaran pemerintah daerah dalam mempercepat pembenahan infrastruktur tersebut.
Menurut Yudiana, kabel yang tidak tertata menjadi perhatian banyak pemerintah daerah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh operator demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.
APJATEL telah menggelar seremoni awal penataan bersama Wali Kota Cirebon pada Februari lalu. Sejak itu, perapian kabel di sejumlah ruas jalan dilakukan bertahap melalui koordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon serta operator pemilik jaringan.
Namun, perapian kabel belum cukup sebagai solusi jangka panjang. Penataan akan dilanjutkan dengan relokasi jaringan melalui sistem ducting agar kabel di ruang publik tertata lebih menyeluruh.
Yudiana menegaskan pentingnya penanganan bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat. Kecelakaan akibat kabel semrawut, termasuk insiden warga tersangkut kabel di Bandung, menjadi pengingat perlunya perhatian serius terhadap persoalan ini.
“Penataan jaringan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami sebagai asosiasi bersama seluruh operator kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Kami siap mendukung program Pemerintah Kota Cirebon, termasuk dalam penataan dan relokasi jaringan melalui sistem ducting. Dengan adanya MoU ini, komitmen tersebut semakin jelas dan menjadi dasar bagi kami untuk melanjutkan pekerjaan ke tahap berikutnya. Seluruh pembiayaan program ini juga menjadi tanggung jawab APJATEL bersama para operator, tanpa membebani APBD maupun APBN,” ungkap Yudiana.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap penataan jaringan kabel dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan. Tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan perkotaan, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih aman, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur Kota Cirebon yang lebih tertib dan modern.
(Elias)
Perkuatan Pelayanan Publik di Cirebon: Tiga Pejabat Baru Dilantik oleh Wali Kota
RN NEWS (Kota Cirebon) - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik tiga pejabat administrator di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (03/11/2026). Pelantikan ini bertujuan memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Ketiga pejabat tersebut mengisi jabatan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Bagian Hukum Setda, serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi ASN pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon.
Penataan ini diharapkan mengoptimalkan koordinasi, pelaksanaan program, dan pelayanan di setiap perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Effendi Edo menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar penugasan struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Ia meminta para pejabat menunjukkan dedikasi dan integritas untuk mendukung kemajuan Kota Cirebon.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat kepada para pejabat administrator yang baru saja diambil sumpahnya. Jabatan ini merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja keras dan dedikasi penuh. Saya ingin kepercayaan ini diwujudkan melalui kinerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Kota
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu mengubah pola kerja birokrasi yang selama ini terkesan kaku menjadi lebih responsif, ramah, serta berorientasi pada solusi atas kebutuhan warga.
Ia juga mengingatkan agar proses pelayanan tidak dipersulit atau ditunda jika dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Masyarakat, lanjutnya, berhak memperoleh pelayanan yang setara, tepat waktu, dan tidak berbelit-belit.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Wali Kota meminta para pejabat administrator berperan sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi. Mereka memiliki tanggung jawab penting untuk menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam pelaksanaan program yang konkret di lapangan.
Karena itu, kekompakan tim, pembinaan staf, dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat perlu mendapat perhatian. Ia ingin setiap aparatur memiliki kesempatan untuk berkembang serta dihargai berdasarkan kapasitas, inovasi, dan hasil kerjanya.
“Jangan hanya menjalankan rutinitas yang monoton. Saya ingin para pejabat mampu menciptakan terobosan, membuka ruang diskusi, dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Waktu kita untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Cirebon sangat berharga. Pastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, BKPSDM Kota Cirebon menilai pengisian jabatan administrator berperan penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan efektivitas organisasi perangkat daerah. Para pejabat yang dilantik diharapkan segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru, sekaligus membangun koordinasi yang baik di lingkungan kerja masing-masing.
Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi, menyampaikan bahwa pejabat administrator menempati posisi strategis dalam menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi langkah kerja yang terukur. Karena itu, kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kemampuan kepemimpinan perlu terus diperkuat agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai target.
“Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi para pejabat untuk meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing. Kami juga mendorong agar mereka terus mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, seluruh upaya penguatan aparatur ini harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Budi.
Budi juga menjelaskan Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap ketiga pejabat dapat segera menjalankan amanah dengan optimal. Penguatan kapasitas aparatur dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil diharapkan mampu mendorong birokrasi yang semakin adaptif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya juga berharap setiap langkah pembenahan di lingkungan pemerintahan tidak berhenti pada penataan organisasi semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan Kota Cirebon yang semakin maju,” Tuturnya.
(Elias)
Matangkan Persiapan Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026, Kalapas Pasir Pangarayan Pimpin Rapat
Hangatnya Interaksi Satgas TMMD Bersama Anak-anak Cihaur Wetan
RN NEWS (Subang) - Suasana akrab mewarnai kebersamaan anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Kopda Azzan dan Serda Wisnu, bersama anak-anak di Kampung Cihaur Wetan, Dusun 1, RW 02, RT 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026).
Dalam suasana santai, anggota Satgas terlihat berinteraksi dengan anak-anak yang berkumpul di lingkungan permukiman. Momen sederhana tersebut mencerminkan kedekatan TNI dengan masyarakat, termasuk generasi muda di wilayah sasaran TMMD.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kebersamaan dengan warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD.
“Kehadiran Satgas di tengah masyarakat tidak hanya untuk melaksanakan pembangunan, tetapi juga menjalin kedekatan dan menumbuhkan kebersamaan, termasuk dengan anak-anak,” ujarnya.
Interaksi tersebut menjadi potret sisi humanis Satgas TMMD dalam menjalankan tugas di Desa Cupunagara. Melalui komunikasi dan kebersamaan, hubungan antara prajurit dan masyarakat diharapkan semakin erat.
Program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus menghadirkan berbagai kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Satgas TMMD Pastikan Air Bersih Mengalir hingga ke Rumah Warga Cupunagara
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memastikan distribusi air bersih melalui pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) titik 5 di Kampung Cupunagara, Dusun 2, RW 04, RT 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026).
Setelah bak penampungan air ditempatkan, personel Satgas melanjutkan pekerjaan dengan menyambungkan saluran menggunakan selang menuju rumah warga. Langkah ini dilakukan agar fasilitas air bersih yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa penyediaan air bersih harus memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Kami memastikan saluran air dari bak penampungan dapat terhubung ke warga sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terbantu,” ujarnya.
Penyambungan saluran tersebut menjadi bagian penting dari penyelesaian sasaran SAB. Satgas tidak hanya membangun fasilitas penampungan, tetapi juga memastikan distribusi air menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Melalui pembangunan SAB titik 5 ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berharap akses air bersih semakin mudah diperoleh warga dan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat Desa Cupunagara.
Sinergi Satgas TMMD dan Insan Pers Perkuat Publikasi Pembangunan
RN NEWS (Subang) - Danki Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjalin komunikasi dengan wartawan Ruslan Efendi dari RRI Bandung dan Indri dari Penanews di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026).
Komunikasi tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI dan insan pers dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Program TMMD memiliki nilai berita tinggi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kegiatan kemanusiaan.
Danki Satgas menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan dan manfaat TMMD.
“Kami berharap komunikasi dengan insan pers terus terjalin dengan baik agar informasi kegiatan TMMD dapat tersampaikan secara akurat dan luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Wartawan RRI Bandung, Ruslan Efendi, menilai pemberitaan TMMD penting bagi masyarakat.
“TMMD memiliki nilai berita yang tinggi karena menyangkut pembangunan dan kepentingan masyarakat. Media juga memiliki fungsi kontrol sosial untuk memastikan program yang menggunakan anggaran negara berjalan transparan dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Melalui komunikasi yang baik, Satgas TMMD dan insan pers diharapkan terus bersinergi dalam mengabarkan pembangunan serta manfaatnya bagi masyarakat.
Aksi Alat Berat Buka Jalan TMMD Jadi Tontonan Warga Kampung Cinaga
RN NEWS (Subang) - Aktivitas alat berat dalam pengerjaan pembukaan jalan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menarik perhatian warga Kampung Cinaga, Dusun 1, RW 03, RT 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026). Sejumlah warga tampak menyaksikan langsung proses pengerjaan jalan yang kini semakin mendekati permukiman.
Di tengah medan tanah yang menanjak, alat berat terus bekerja meratakan dan membentuk badan jalan. Pemandangan tersebut menjadi perhatian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, sekaligus menghadirkan gambaran nyata dari pembangunan akses jalan yang selama ini dinantikan.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan jalan terus dilakukan untuk membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat.
“Pembangunan jalan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Kami terus berupaya agar pengerjaannya berjalan optimal sehingga akses menuju permukiman semakin mudah dijangkau,” ujarnya.
Kehadiran alat berat yang bekerja di sekitar lingkungan warga juga menjadi perhatian Ketua RW Dadang RK. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Warga sangat antusias melihat pengerjaan jalan yang semakin dekat ke permukiman. Kami berharap setelah selesai, jalan ini bisa mempermudah mobilitas masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga Kampung Cinaga,” ungkap Dadang RK.
Pembangunan jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memiliki sasaran sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter. Melalui pengerjaan tersebut, Satgas TMMD bersama masyarakat terus berupaya menghadirkan akses yang lebih baik sebagai bagian dari pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Satgas TMMD ke-130 Dorong Pencegahan Stunting melalui Pemantauan Kesehatan Anak
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui anggota kesehatan melaksanakan pemantauan kesehatan anak di Kampung Cilutung, Dusun 1, RW 06, RT 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Pemantauan dilakukan sebagai langkah mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya menjaga kesehatan anak sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, anggota kesehatan Satgas TMMD juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi dan kondisi kesehatan anak. Upaya ini diharapkan dapat mendorong keluarga untuk lebih memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Anggota kesehatan Satgas TMMD ke-130, Serka Sugiarto, menyampaikan bahwa pemantauan kesehatan anak merupakan langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong orang tua agar lebih memperhatikan kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Pemantauan secara berkala menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menjadi bagian dari upaya Satgas dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran.
“Kami berharap kehadiran Satgas TMMD dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui edukasi dan pelayanan kesehatan. Dengan perhatian bersama, diharapkan tumbuh kembang anak dapat terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus berupaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Cupunagara, sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Senin, 02 November 2026
Strategi Perencanaan Inovatif dari Sekda Cirebon untuk Peserta Pelatihan UNPAD
RN NEWS (Kota Cirebon) - Keterbatasan wilayah dan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi dalam pembangunan daerah. Dengan perencanaan yang tepat, kreativitas, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah dapat menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, saat menerima kunjungan lapangan peserta Pelatihan Fungsional Perencana Tingkat Pertama Program Magister Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Senin (2/11/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, dengan didampingi Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mempelajari secara langsung praktik perencanaan pembangunan di lingkungan pemerintah daerah, termasuk strategi dalam mengoptimalkan potensi wilayah, mengelola keterbatasan sumber daya, serta membangun kemitraan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Universitas Padjadjaran yang telah memilih Kota Cirebon sebagai salah satu lokasi studi lapangan. Menurutnya, kunjungan akademisi dan para perencana dari berbagai daerah merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan praktik pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Cirebon.
Ia menjelaskan, Kota Cirebon memiliki karakteristik wilayah yang relatif kecil, dengan luas sekitar 39,8 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 360 ribu jiwa. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola ruang, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi daerah.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi Kota Cirebon untuk terus mengembangkan inovasi. Iing menegaskan bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam merancang program tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kreativitas dalam melihat peluang dan menyusun solusi.
“Perencana jangan hanya berpikir bahwa program bisa berjalan ketika anggarannya tersedia. Kita harus mampu menciptakan peluang, mencari alternatif pembiayaan, dan membangun kolaborasi. Ketika sumber daya kita terbatas, bukan berarti kita berhenti bergerak. Justru di situlah kemampuan perencana untuk berinovasi benar-benar dibutuhkan,” ujar Sekda.
Ia menambahkan, perencanaan pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, setiap program perlu disusun berdasarkan skala prioritas, dampak yang ingin dicapai, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan.
Menurut Sekda, tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah saat ini menuntut para perencana untuk semakin adaptif dan mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang. Perencana tidak cukup hanya memahami aspek teknis penyusunan dokumen, tetapi juga perlu memiliki kemampuan analisis, komunikasi, negosiasi, dan pemecahan masalah.
Salah satu strategi yang terus didorong Pemerintah Kota Cirebon adalah memperluas sumber pembiayaan pembangunan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Selain mengoptimalkan APBD dan memanfaatkan dukungan pemerintah pusat maupun provinsi, Pemkot Cirebon juga membuka peluang kolaborasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL), serta dukungan mitra pembangunan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sekda mencontohkan penataan kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru sebagai salah satu upaya yang membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, penataan kawasan tersebut dapat didukung tanpa sepenuhnya membebankan kebutuhan pembiayaan kepada APBD Kota Cirebon.
Selain pembangunan infrastruktur, pendekatan kolaboratif juga diterapkan dalam pengembangan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui Mal UKM yang menjadi wadah pemasaran produk UMKM Kota Cirebon dan daerah sekitarnya.
Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi antardaerah. Produk UMKM dari wilayah Ciayumajakuning dan daerah lain yang tergabung dalam kerja sama Kunci Bersama dapat memperoleh ruang promosi, sehingga potensi ekonomi masing-masing daerah dapat saling mendukung.
Bagi Sekda, praktik tersebut menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan tidak harus selalu berangkat dari besarnya sumber daya yang dimiliki. Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan pemerintah dalam mempertemukan potensi, kebutuhan, dan kepentingan berbagai pihak untuk menghasilkan manfaat bersama.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Melalui pendekatan ini, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
“Pembangunan akan lebih kuat ketika pemerintah tidak bekerja sendiri. Kita perlu membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media. Potensi serta sumber daya itu sebenarnya banyak tersedia di sekitar kita. Tugas perencana adalah menghubungkannya agar bisa menjadi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda turut memperkenalkan sejumlah potensi Kota Cirebon, mulai dari sektor perdagangan dan UMKM, kekayaan kuliner, hingga warisan budaya dan sejarah. Keberadaan empat keraton, tradisi batik Mega Mendung, serta berbagai destinasi wisata menjadi modal penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia berharap kunjungan para peserta tidak hanya memberikan gambaran mengenai penyelenggaraan pemerintahan di Kota Cirebon, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan tentang bagaimana pemerintah daerah merumuskan kebijakan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan wilayahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Ekonomi Terapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Bayu Kharisma, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon atas penerimaan dan kesempatan yang diberikan kepada para peserta untuk belajar secara langsung mengenai praktik perencanaan pembangunan.
Ia menjelaskan, kunjungan lapangan merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Fungsional Perencana Tingkat Pertama yang diselenggarakan melalui program pelatihan perencanaan Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 25 peserta dari lingkungan kejaksaan di wilayah Kalimantan mengikuti studi lapangan di Kota Cirebon. Kegiatan ini merupakan gelombang ketiga dari rangkaian pelatihan yang sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sekretaris Daerah Kota Cirebon beserta jajaran yang telah menerima kami dengan sangat baik. Kunjungan lapangan ini merupakan bagian penting dari proses pelatihan, karena para peserta perlu melihat secara langsung bagaimana perencanaan dilaksanakan dan bagaimana kebijakan diterapkan dalam praktik pemerintahan daerah,” tutur Bayu.
Menurutnya, pembelajaran langsung di daerah diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai proses perencanaan, mulai dari identifikasi persoalan, penentuan prioritas, hingga pelaksanaan program. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi para perencana untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan mendukung pengambilan keputusan di instansi masing-masing.
“Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi para peserta dalam memahami praktik perencanaan pembangunan secara langsung,” pungkas Bayu.
(elias)
Perkuat Kekompakan dan Kerja Sama Tim, Kalapas Pasir Pangarayan Pimpin Apel Pagi
Polsek Kepenuhan Ungkap Peredaran Sabu 6,14 Gram, Tiga Orang Diamankan
Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja, Babinsa Manahan Gembleng Linmas Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga





.jpeg)












.jpeg)
.jpeg)









