Kamis, 05 November 2026
Bawa Sabu 101,48 Gram, Dua Pria Ditangkap Polsek Kunto Darussalam di Bagan 7
Jelang Musim Penghujan Pemkot Cirebon Percepat Normalisasi Sungai Cikalong
RN NEWS (Kota Cirebon) - Pemerintah kota Cirebon terus memperkuat pembenahan saluran drainase dan normalisasi sungai di kota Cirebon untuk mengurangi resiko banjir. Salah satu langkahnya adalah melakukan normalisasi Sungai Cikalong.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau langsung kondisi sungai tersebut bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rabu (4/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota melihat langsung progres normalisasi Sungai Cikalong yang telah mencapai hampir 300 meter. Ia berharap pekerjaan dapat dilanjutkan hingga sekitar 200 sampai 300 meter berikutnya, terutama pada bagian hilir sungai, sehingga aliran air dapat lebih optimal dan potensi hambatan yang memicu genangan bisa dikurangi.
Wali Kota menyampaikan, normalisasi Sungai Cikalong merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Cirebon dalam membenahi sejumlah aliran sungai. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah melakukan normalisasi Sungai Cikadu hingga selesai. Secara keseluruhan, upaya penanganan telah dilakukan pada lima sungai di Kota Cirebon.
“Alhamdulillah, normalisasi Sungai Cikalong sudah hampir 300 meter. Saya berharap pekerjaan ini bisa dilanjutkan sekitar 200 sampai 300 meter lagi ke arah hilir. Sebelumnya, Sungai Cikadu juga sudah kita selesaikan. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengurangi risiko banjir di Kota Cirebon,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya bertumpu pada satu titik atau satu jenis pekerjaan. Pembenahan drainase di kawasan perkotaan dan lingkungan permukiman harus berjalan beriringan dengan normalisasi sungai. Karena itu, seluruh perangkat daerah terkait diminta untuk terus memaksimalkan langkah-langkah yang sudah dilakukan, terlebih menjelang periode penghujan.
Wali Kota menegaskan, upaya tersebut harus menjadi perhatian bersama para pemangku kepentingan. Penanganan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan diharapkan dapat mengurangi dampak banjir, sehingga masyarakat tidak harus menghadapi kesulitan setiap kali hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
“Kita sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari pembenahan drainase perkotaan, saluran di lingkungan masyarakat, sampai normalisasi sungai. Ini harus terus dimaksimalkan. Memang kita tidak bisa menjamin banjir dapat dihilangkan seratus persen karena sangat bergantung pada intensitas hujan, tetapi setidaknya kita berupaya meminimalkan risiko dan dampaknya bagi masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas wilayah dalam penanganan sungai. Pasalnya, sejumlah aliran sungai yang melintasi Kota Cirebon memiliki keterkaitan dengan wilayah Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut membutuhkan sinergi antarpemerintah daerah agar penanganannya dapat dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada batas administratif masing-masing wilayah.
Menurut Wali Kota, persoalan banjir merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan penanganan terpadu. Oleh karena itu, Pemkot Cirebon akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi untuk mendorong penanganan sungai yang saling terhubung.
Selain Sungai Cikalong, perhatian juga diarahkan pada kawasan Banjir Kanal di sekitar Jalan Tuparev. Wali Kota menyampaikan rencana untuk kembali berkomunikasi dengan pemerintah provinsi agar penanganan di lokasi tersebut dapat dilanjutkan. Dukungan peralatan dari unsur TNI dan Polri juga diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.
Namun, upaya normalisasi di kawasan tersebut masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan akses bagi alat berat untuk masuk ke badan sungai. Keberadaan bangunan di sekitar aliran sungai membuat ruang gerak peralatan menjadi terbatas sehingga diperlukan koordinasi dan solusi teknis agar pekerjaan tetap dapat dilaksanakan.
“Kita akan komunikasikan kembali dengan tingkat provinsi agar penanganan di Banjir Kanal bisa dilanjutkan. Kita juga berharap ada dukungan alat dari TNI dan Polri. Memang salah satu kendalanya adalah akses alat berat yang cukup sulit karena di sekitar sungai sudah terdapat bangunan-bangunan,” ungkapnya.
Melalui peninjauan ini, Pemkot Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penanganan banjir melalui pembenahan infrastruktur drainase, normalisasi sungai, serta koordinasi lintas wilayah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi potensi genangan, sekaligus memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya saat memasuki musim penghujan.
(Elias)
Babinsa Sudiroprajan Kawal MBG, Pastikan Gizi Siswa SD dan TK Warga Terpenuhi
Surakarta - Babinsa Kelurahan Sudiroprajan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Watono dan Koptu Devid terus melanjutkan kepeduliannya terhadap generasi muda dengan ikut serta mendampingi penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Warga dan TK Warga Jl. Ir. Juanda No. 72, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kamis (05/11/2026).
Polsek Bonai Darussalam Tangkap Pengedar Sabu, Tiga Paket Diamankan
Piket Koramil 04/Jebres Laksanakan Patroli Malam Bersama Anggota Linmas Guna Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas Wilayah
Surakarta - Pada hari Rabu tanggal 04 November 2026, pukul 21.00 Wib, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serma Taufik Mukhlis melaksanakan Patroli bersama anggota Linmas di wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta.
Jelang Rampung, Satgas TMMD Bersihkan Sisa Material Rehabilitasi Rutilahu
RN NEWS (Subang) - Memasuki tahap akhir pengerjaan rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang mulai melakukan pembersihan sisa material bangunan di rumah milik Emak Ruhimah, Kampung Cilalay, RT 03/RW 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026).
Personel Satgas terlihat merapikan dan mengumpulkan material bekas pengerjaan, seperti potongan kayu dan sisa bahan bangunan lainnya. Pembersihan dilakukan agar area rumah lebih tertata seiring dengan penyelesaian pekerjaan rehabilitasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahap penyelesaian Rutilahu yang dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat. Setelah melalui berbagai tahapan pembangunan, perhatian kini diarahkan pada perapian lingkungan rumah agar lebih bersih dan nyaman.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan Rutilahu terus diupayakan hingga tahap akhir, termasuk memastikan sisa material bangunan tidak mengganggu lingkungan rumah.
“Kami terus berupaya menyelesaikan rehabilitasi rumah ini dengan sebaik-baiknya. Setelah pekerjaan utama, kami juga melakukan pembersihan dan merapikan sisa material agar rumah lebih tertata dan segera dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Rehabilitasi rumah milik Emak Ruhimah yang tinggal bersama suaminya, Abah Casmita, merupakan salah satu sasaran tambahan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Program ini diharapkan dapat memberikan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.
Satgas TMMD ke-130 terus mengoptimalkan penyelesaian sasaran fisik menjelang penutupan program pada 11 November 2026. Melalui kerja bersama TNI dan masyarakat, pembangunan di Desa Cupunagara diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
Satgas TMMD Pastikan Distribusi Air Bersih Menjangkau Rumah Warga
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengoptimalkan pemanfaatan sarana air bersih yang dibangun di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026). Selain menyelesaikan pembangunan bak penampungan, personel Satgas turut memperbaiki jaringan selang yang menyalurkan air menuju rumah-rumah warga.
Perbaikan dilakukan pada sejumlah bagian selang yang menjadi jalur distribusi air. Langkah ini bertujuan memastikan aliran air dari bak penampungan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa pembangunan sarana air bersih harus diiringi dengan upaya memastikan fasilitas tersebut berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin sarana air bersih yang dibangun melalui program TMMD ini benar-benar dapat dinikmati masyarakat. Karena itu, jaringan selang yang menuju rumah warga juga kami perbaiki agar aliran air dapat menjangkau warga dengan lebih baik,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas TMMD dalam menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting yang diharapkan dapat menunjang kehidupan warga di wilayah sasaran.
Melalui pembangunan dan perbaikan jaringan distribusi ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berharap sarana air bersih dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kebersamaan TNI dan masyarakat dalam pengerjaan fasilitas tersebut juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dukung Swasembada Pangan, Satgas TMMD Bantu Petani Membuat Tanggul Sawah
RN NEWS (Subang) - Kepedulian terhadap ketahanan pangan diwujudkan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui aksi membantu petani di area persawahan Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026). Anggota Satgas turun langsung membantu mencangkul dan membuat tanggul sawah untuk mendukung aktivitas pertanian warga.
Dengan menggunakan cangkul, personel Satgas bersama petani merapikan tanah di sekitar saluran air dan membentuk tanggul pada area persawahan. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan TNI terhadap upaya masyarakat dalam menjaga produktivitas lahan pertanian.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa dukungan terhadap petani merupakan bagian dari kepedulian Satgas terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.
“Kami ingin kehadiran Satgas TMMD dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Membantu petani di sawah merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Keterlibatan anggota Satgas dalam kegiatan pertanian juga mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui kerja bersama di sawah, semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi bagian dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan masyarakat selama pelaksanaan program. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Desa Cupunagara.
Di Sela Istirahat, Satgas TMMD Ceritakan Progres Pembangunan Bersama Warga
RN NEWS (Subang) - Suasana akrab terlihat saat sejumlah anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memanfaatkan waktu istirahat makan siang untuk berbincang bersama masyarakat di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026).
Di sela perbincangan, anggota Satgas menceritakan progres pekerjaan yang telah diselesaikan bersama warga. Obrolan sederhana tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi informasi sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa kebersamaan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Menurutnya, kedekatan yang terjalin melalui interaksi sehari-hari turut memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan.
“Melalui kebersamaan seperti ini, kami ingin terus menjalin kedekatan dengan masyarakat. TNI hadir untuk rakyat, bekerja bersama rakyat, dan berharap hasil pembangunan TMMD dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Bagi anggota Satgas, berinteraksi langsung dengan warga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas di wilayah. Sementara bagi masyarakat, kehadiran TNI memberikan ruang untuk menyampaikan cerita, harapan, serta perkembangan lingkungan mereka.
Momen istirahat makan siang tersebut menjadi gambaran sederhana kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD ke-130, Satgas TMMD Kodim 0605/Subang terus memperkuat hubungan dengan masyarakat, sejalan dengan semangat membangun desa bersama rakyat.
Satgas TMMD ke-130 Kejar Penyelesaian Jembatan dan Gorong-Gorong Penghubung Jalan
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mempercepat pengerjaan jembatan dan gorong-gorong pada sasaran pembukaan jalan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026). Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses jalan segera rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter tersebut menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-130. Sejumlah infrastruktur pendukung berupa enam gorong-gorong dan dua jembatan turut dikerjakan untuk menunjang konektivitas jalan di kawasan tersebut.
Di lapangan, anggota Satgas TMMD bersama warga terus bekerja menyelesaikan bagian-bagian konstruksi yang menjadi penghubung jalur. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan kebutuhan teknis di setiap titik.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa percepatan pekerjaan terus dilakukan agar seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Pengerjaan jembatan dan gorong-gorong terus kami kebut. Kami berharap seluruh infrastruktur penghubung ini dapat segera selesai sehingga jalan bisa digunakan masyarakat sebelum penutupan TMMD ke-130,”
Keberadaan jembatan dan gorong-gorong tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran akses jalan, terutama bagi warga yang beraktivitas di kawasan perkebunan dan persawahan. Dengan terselesaikannya pembangunan, akses ant wilayah di Desa Cupunagara diharapkan semakin mudah dijangkau.
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengoptimalkan pengerjaan sasaran fisik hingga menjelang penutupan program pada 11 November 2026. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga.
Rabu, 04 November 2026
Diduga Curi Sepeda Motor Karyawan Kebun, Pria Asal Kabun Diamankan Polsek Kepenuhan
Tingkatkan Kondusifitas dan keamanan Wilayah, Binaan Babinsa Kelurahan Timuran Patroli Bersama Linmas
Surakarta - Babinsa Kelurahan Timuran Koramil 02/Banjarsari Kodim Surakarta Serma Danang M melaksanakan patroli malam bersama Linmas di wilayah Kelurahan Timuran Kecamatan Banjarsari, Selasa (03/11/2026).
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Dandim 0735/Surakarta Sambangi Ketua Pengadilan Negeri Surakarta

Satgas TMMD Susun Batu untuk Perkuat Badan Jalan Antar Dusun di Cupunagara
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengoptimalkan pengerjaan pembukaan jalan antar dusun di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Salah satu tahapan yang dikerjakan yakni penyusunan batu untuk pengerasan badan jalan, Rabu (4/11/2026).
Anggota Satgas bersama masyarakat terlihat menyusun batu pada bagian jalan yang tengah dikerjakan. Pengerasan ini menjadi bagian penting dalam pembangunan akses jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter, yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian desa.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menegaskan bahwa pengerjaan terus dioptimalkan dengan memanfaatkan waktu yang tersedia. Terlebih, pelaksanaan TMMD semakin mendekati penutupan sehingga seluruh personel dituntut menjaga ritme dan semangat kerja di lapangan.
“Kami terus mengoptimalkan pengerjaan di setiap tahapan, termasuk penyusunan batu untuk pengerasan jalan. Personel kami dorong agar memaksimalkan waktu kerja, sehingga pembangunan dapat terus berjalan dan selesai sesuai target,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan. Strategi yang diterapkan yakni memaksimalkan kegiatan sejak pagi hari sebelum hujan turun pada siang atau sore hari, disertai penguatan personel dan keterlibatan warga.
“Memasuki musim penghujan, waktu kerja harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, terutama pada pagi hari. Kami terus berupaya agar seluruh sasaran pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Semangat Ngabret, Ngabret Ngaciir harus terus dijaga hingga seluruh pekerjaan tuntas,” tegas Letkol Czi Deny Widi Anggoro.
Melalui pengerjaan yang dilakukan secara bertahap dan gotong royong, Satgas TMMD bersama masyarakat terus berupaya menghadirkan akses jalan yang lebih baik bagi warga Cupunagara. Pembangunan ini diharapkan menjadi penghubung yang bermanfaat bagi aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Pos Kamling Hampir Rampung, Satgas TMMD Dukung Keamanan Lingkungan Warga
RN NEWS (Subang) - Rehabilitasi Pos Kamling melalui program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus menunjukkan progres. Pembangunan yang telah mencapai sekitar 90 persen tersebut diharapkan segera dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung kegiatan ronda malam, Rabu (4/11/2026).
Di sela kegiatan, anggota Satgas TMMD bersama Babinsa wilayah tampak berinteraksi dengan warga di Pos Kamling yang hampir selesai direhabilitasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
Penyelesaian Pos Kamling terus diupayakan agar fasilitas tersebut dapat segera digunakan sesuai fungsinya. Selain sebagai tempat pelaksanaan ronda malam, keberadaan Pos Kamling juga diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa rehabilitasi Pos Kamling merupakan salah satu sasaran tambahan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pos Kamling ini diharapkan dapat segera digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan ronda malam. Dengan adanya fasilitas yang lebih baik, semoga semangat warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan juga semakin meningkat,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Melalui rehabilitasi Pos Kamling, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang turut mendorong penguatan keamanan lingkungan berbasis kebersamaan. Sinergi antara TNI, Babinsa, dan masyarakat diharapkan terus terjaga demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Desa Cupunagara.
Satgas TMMD Kebut Pengerjaan SAB Titik 4 di Kampung Cilutung
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengejar penyelesaian pembangunan sarana air bersih (SAB) di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Salah satu pekerjaan yang masih berlangsung berada di titik 4, Kampung Cilutung, Dusun 1, RW 06, RT 03, Rabu (4/11/2026).
Anggota Satgas TMMD terus mengoptimalkan pengerjaan di lokasi tersebut agar pembangunan dapat segera diselesaikan. Pembangunan SAB menjadi salah satu sasaran fisik tambahan dalam program TMMD ke-130 yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
Dari lima titik pembangunan SAB yang dikerjakan, sebagian besar telah memasuki tahap finishing. Sementara itu, pengerjaan di titik 4 masih berlangsung, sehingga Satgas terus melakukan upaya percepatan untuk menuntaskan seluruh sasaran.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa personel terus berupaya memaksimalkan pengerjaan agar seluruh sasaran pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.
“Kami terus mendorong anggota di lapangan untuk mengoptimalkan pekerjaan, khususnya pada titik-titik yang masih dalam proses pengerjaan. Harapannya, seluruh pembangunan SAB dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Pembangunan sarana air bersih ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cupunagara, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Melalui program TMMD, Satgas bersama warga terus berupaya menghadirkan fasilitas yang mendukung kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan.
Satgas TMMD Perkuat Personel, Percepatan Pembukaan Jalan Antar Dusun Terus Dikebut
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memperkuat personel di sektor pembukaan jalan antar dusun di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengerjaan sasaran fisik seiring semakin terbatasnya waktu pelaksanaan TMMD yang akan berakhir pada 11 November 2026.
Mengawali kegiatan, pada Rabu (4/11/2026) anggota Satgas yang tergabung dalam sektor pembukaan jalan melaksanakan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki. Dalam arahannya, Danki menekankan pentingnya memaksimalkan waktu dan tenaga agar pengerjaan jalan dapat berjalan lebih optimal.
Danki juga meminta seluruh personel menjaga semangat dan kekompakan selama bekerja di lapangan. Seiring mendekatnya waktu penutupan TMMD, kekuatan personel di titik pembukaan jalan ditambah guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Di sisi lain, kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan menjadi tantangan tersendiri bagi Satgas. Namun, Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menjadi kendala dalam menuntaskan seluruh sasaran fisik yang telah direncanakan.
“Meski cuaca saat ini sudah mulai memasuki musim hujan, namun cuaca tersebut tidak menjadi kendala dalam mengerjakan semua sasaran pembangunan fisik TMMD ke-130 di Desa Cupunagara,” tegas Dansatgas.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Satgas mengoptimalkan waktu kerja sejak pagi hari sebelum hujan turun pada siang atau sore hari. Penambahan personel serta pelibatan warga setempat juga dilakukan sebagai strategi percepatan agar pembangunan tetap berjalan sesuai target.
“Semua rintangan kami jadikan peluang agar pekerjaan tetap berjalan. Seperti yang disampaikan di awal, semua sasaran fisik dan nonfisik akan dilaksanakan se-Ngabret Ngabretnya, Ngaciir kita,” pungkas Letkol Czi Deny Widi Anggoro.
Satgas TMMD Rapikan Pengecatan Musala, Harap Segera Digunakan Warga
RN NEWS (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus menyempurnakan rehabilitasi musala di Kampung Cinaga, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Rabu (4/11/2026). Pekerjaan kini memasuki tahap akhir berupa finishing pengecatan guna mempersiapkan fasilitas ibadah agar segera dapat digunakan masyarakat.
Pada tahap ini, anggota Satgas melakukan sejumlah pekerjaan perapian, mulai dari membersihkan noda cat yang masih menempel, menyempurnakan bagian-bagian kecil, hingga memastikan hasil pengecatan terlihat lebih rapi.
Pekerjaan finishing menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi. Melalui tahap ini, Satgas berupaya memastikan musala memiliki tampilan yang lebih bersih dan nyaman bagi warga saat melaksanakan ibadah.
Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan terus dilakukan hingga seluruh bagian musala selesai dirapikan. Ia berharap fasilitas ibadah tersebut dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
“Harapannya, setelah seluruh pekerjaan selesai, musala ini bisa segera digunakan oleh warga untuk beribadah. Kami terus melakukan perapian agar hasilnya lebih baik dan nyaman,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.
Rehabilitasi musala ini menjadi salah satu sasaran tambahan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Melalui pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, Satgas TMMD berupaya mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Selasa, 03 November 2026
Pemkot Cirebon Gagas Penataan Kabel Semrawut: Kerja Sama dengan APJATEL di Jalan Protokol
RN NEWS (Kota Cirebon) - Pemerintah Kota Cirebon mulai mengambil langkah konkret untuk membenahi jaringan kabel telekomunikasi yang masih semrawut di sejumlah ruas jalan. Melalui kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL), penataan dan pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi pasif akan dilakukan secara bertahap untuk mewujudkan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman.
Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kota Cirebon dan APJATEL tentang Penataan dan Pengembangan Jaringan Infrastruktur Pasif di Kota Cirebon. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini turut disaksikan jajaran perangkat daerah, DPRD, serta perwakilan sejumlah operator telekomunikasi.
Bagi Pemerintah Kota Cirebon, kerja sama tersebut merupakan upaya untuk menata jaringan kabel secara lebih terintegrasi. Persoalan kabel yang melintang dan menumpuk di sejumlah kawasan tidak hanya memengaruhi estetika kota, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa penandatanganan kesepakatan ini menjadi langkah awal agar program penataan segera terealisasi. Setelah kesepakatan bersama atau MoU ditandatangani, proses akan dilanjutkan dengan kerja sama operasional (KSO) antara pihak-pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan MoU dengan APJATEL dan disaksikan oleh para operator, jajaran perangkat daerah, serta DPRD. Harapan kami, program ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi Kota Cirebon. Setelah MoU ini, kita akan masuk ke tahap KSO agar pelaksanaannya bisa segera dilakukan,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa program penataan tersebut tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh biaya pekerjaan menjadi tanggung jawab APJATEL bersama operator telekomunikasi yang terlibat. Sementara itu, pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program dengan menyediakan lahan yang dibutuhkan.
Pada tahap awal, penataan akan difokuskan pada sejumlah jalan protokol dengan total panjang penanganan sekitar 12 kilometer. Pekerjaan dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing operator. Melalui pola ini, program diharapkan berjalan secara terukur tanpa mengharuskan seluruh operator mengeluarkan investasi besar dalam waktu bersamaan.
Setelah penataan di jalan protokol selesai, program akan diperluas ke wilayah permukiman. Salah satu tujuannya adalah mengurangi jumlah tiang operator yang berdiri berdekatan di lingkungan warga. Ke depan, jaringan sejumlah operator diharapkan dapat memanfaatkan tiang bersama, sehingga tidak lagi ditemukan lima hingga tujuh tiang yang berdiri berjejer dalam satu kawasan.
Dalam menentukan lokasi pengerjaan, Pemerintah Kota Cirebon akan mempertimbangkan tingkat kepadatan jaringan kabel di setiap wilayah. Harjamukti, misalnya, menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena kabel dan tiang operator di sejumlah titik terpantau lebih padat dibandingkan wilayah lain.
Penataan ini diarahkan untuk menggunakan sistem ducting, yakni penempatan jaringan kabel melalui jalur khusus. Dengan sistem tersebut, kabel telekomunikasi dapat ditata lebih teratur dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bentangan udara. Selain memperbaiki tampilan kawasan perkotaan, sistem ini diharapkan mampu mengurangi potensi gangguan serta risiko keselamatan akibat kabel yang tidak tertata.
Di tengah rencana tersebut, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat selama proses penataan berlangsung. Pasalnya, sejumlah pekerjaan teknis, seperti pengeboran atau boring untuk pemasangan jalur kabel, berpotensi mengganggu aktivitas warga untuk sementara waktu.
“Kami mohon dukungan masyarakat Kota Cirebon. Dalam prosesnya nanti mungkin ada pekerjaan boring atau kegiatan teknis lainnya yang sedikit mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membenahi kota. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami karena hasil akhirnya juga untuk kepentingan dan kenyamanan bersama,” tuturnya.
APJATEL siap terlibat aktif dalam program penataan jaringan telekomunikasi di Kota Cirebon. Ketua Koordinator Wilayah Jawa Barat APJATEL, Yudiana Arifin, mengapresiasi komitmen Wali Kota Cirebon dan jajaran pemerintah daerah dalam mempercepat pembenahan infrastruktur tersebut.
Menurut Yudiana, kabel yang tidak tertata menjadi perhatian banyak pemerintah daerah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh operator demi keselamatan dan kepentingan masyarakat.
APJATEL telah menggelar seremoni awal penataan bersama Wali Kota Cirebon pada Februari lalu. Sejak itu, perapian kabel di sejumlah ruas jalan dilakukan bertahap melalui koordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon serta operator pemilik jaringan.
Namun, perapian kabel belum cukup sebagai solusi jangka panjang. Penataan akan dilanjutkan dengan relokasi jaringan melalui sistem ducting agar kabel di ruang publik tertata lebih menyeluruh.
Yudiana menegaskan pentingnya penanganan bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat. Kecelakaan akibat kabel semrawut, termasuk insiden warga tersangkut kabel di Bandung, menjadi pengingat perlunya perhatian serius terhadap persoalan ini.
“Penataan jaringan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami sebagai asosiasi bersama seluruh operator kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Kami siap mendukung program Pemerintah Kota Cirebon, termasuk dalam penataan dan relokasi jaringan melalui sistem ducting. Dengan adanya MoU ini, komitmen tersebut semakin jelas dan menjadi dasar bagi kami untuk melanjutkan pekerjaan ke tahap berikutnya. Seluruh pembiayaan program ini juga menjadi tanggung jawab APJATEL bersama para operator, tanpa membebani APBD maupun APBN,” ungkap Yudiana.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap penataan jaringan kabel dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan. Tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan perkotaan, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih aman, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur Kota Cirebon yang lebih tertib dan modern.
(Elias)
Perkuatan Pelayanan Publik di Cirebon: Tiga Pejabat Baru Dilantik oleh Wali Kota
RN NEWS (Kota Cirebon) - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik tiga pejabat administrator di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (03/11/2026). Pelantikan ini bertujuan memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Ketiga pejabat tersebut mengisi jabatan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Bagian Hukum Setda, serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi ASN pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon.
Penataan ini diharapkan mengoptimalkan koordinasi, pelaksanaan program, dan pelayanan di setiap perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Effendi Edo menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar penugasan struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Ia meminta para pejabat menunjukkan dedikasi dan integritas untuk mendukung kemajuan Kota Cirebon.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat kepada para pejabat administrator yang baru saja diambil sumpahnya. Jabatan ini merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja keras dan dedikasi penuh. Saya ingin kepercayaan ini diwujudkan melalui kinerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Kota
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu mengubah pola kerja birokrasi yang selama ini terkesan kaku menjadi lebih responsif, ramah, serta berorientasi pada solusi atas kebutuhan warga.
Ia juga mengingatkan agar proses pelayanan tidak dipersulit atau ditunda jika dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Masyarakat, lanjutnya, berhak memperoleh pelayanan yang setara, tepat waktu, dan tidak berbelit-belit.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Wali Kota meminta para pejabat administrator berperan sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi. Mereka memiliki tanggung jawab penting untuk menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam pelaksanaan program yang konkret di lapangan.
Karena itu, kekompakan tim, pembinaan staf, dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat perlu mendapat perhatian. Ia ingin setiap aparatur memiliki kesempatan untuk berkembang serta dihargai berdasarkan kapasitas, inovasi, dan hasil kerjanya.
“Jangan hanya menjalankan rutinitas yang monoton. Saya ingin para pejabat mampu menciptakan terobosan, membuka ruang diskusi, dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Waktu kita untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Cirebon sangat berharga. Pastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, BKPSDM Kota Cirebon menilai pengisian jabatan administrator berperan penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan efektivitas organisasi perangkat daerah. Para pejabat yang dilantik diharapkan segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru, sekaligus membangun koordinasi yang baik di lingkungan kerja masing-masing.
Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi, menyampaikan bahwa pejabat administrator menempati posisi strategis dalam menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi langkah kerja yang terukur. Karena itu, kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kemampuan kepemimpinan perlu terus diperkuat agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai target.
“Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi para pejabat untuk meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing. Kami juga mendorong agar mereka terus mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, seluruh upaya penguatan aparatur ini harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Budi.
Budi juga menjelaskan Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap ketiga pejabat dapat segera menjalankan amanah dengan optimal. Penguatan kapasitas aparatur dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil diharapkan mampu mendorong birokrasi yang semakin adaptif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya juga berharap setiap langkah pembenahan di lingkungan pemerintahan tidak berhenti pada penataan organisasi semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan Kota Cirebon yang semakin maju,” Tuturnya.
(Elias)






.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)





.jpeg)







